JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi pertama perdagangan, Kamis (17/9/2026), di zona hijau. Indeks merangkak naik 0,42 persen atau bertambah 27 poin menuju level 6.463,610.
Laju penguatan IHSG ikut terdongkrak oleh kenaikan sejumlah saham, utamanya dari sektor energi dan kelompok konglomerasi.
Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menguat 6,7 persen, PT Petrosea Tbk (PTRO) naik 5,4 persen, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) bertambah 4,1 persen, serta PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melesat 1,6 persen. Selanjutnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menanjak 1,88 persen dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) terangkat 2,64 persen.
Di sisi lain, beberapa saham justru parkir di zona merah. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) tergerus 4,27 persen ke posisi Rp 4.930, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) melandai 1,50 persen ke level Rp 2.620, serta PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) susut 5,13 persen menjadi Rp 1.295.
Ditinjau dari kacamata sektoral, hampir seluruh sektor menghijau. Sektor energi memimpin laju penguatan lewat kenaikan 1,16 persen, disusul non-cyclicals 0,89 persen serta industri 0,74 persen. Sektor kesehatan menjadi satu-satunya yang terkoreksi, meski terhitung tipis yaitu 0,01 persen.
Selama jalannya sesi pertama, pergerakan IHSG berada pada rentang 6.418,128 hingga 6.500,407. Indeks sempat menyentuh level tertinggi di angka 6.500, sebelum akhirnya bergerak kembali di kisaran 6.460-an.
Tingkat penguatan IHSG pada sesi pertama perdagangan ini juga terlihat dari dominasi saham yang menguat. Sebanyak 374 saham terpantau naik, 234 saham melemah, dan 178 saham sisanya stagnan.
Volume transaksi perdagangan menyentuh 16,9 miliar saham dengan total nilai transaksi sebesar Rp 7,881 triliun. Frekuensi transaksi terjadi sebanyak 1.120.985 kali.
Berkat penguatan tersebut, nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) berada pada angka Rp 11.314,112 triliun.
Mirae Asset Sekuritas mencatat, selepas bank sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan, pergerakan bursa saham utama kawasan Asia cenderung bervariasi pada perdagangan Kamis siang ini.
Dinamika bursa regional tersebut menjadi salah satu elemen yang turut dipantau investor di tengah respons pasar atas kebijakan moneter The Fed.