DINAMIKAPASAR.COM — Kabupaten Badung meluncurkan Air Minum Dalam Kemasan botol kaca merek Baliss untuk menekan sampah plastik di kawasan wisata Bali selatan. Produk hasil kolaborasi Pemkab Badung dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini menyasar sektor perhotelan, kedinasan, dan industri pariwisata. Peluncuran terbatasnya digelar di Ruang Rapat Kriya Gosana, Puspem Badung.
Peluncuran berlangsung di Ruang Rapat Kriya Gosana, Puspem Badung, dan dihadiri Sekda Badung IB Surya Suamba, jajaran pimpinan OPD Pemkab Badung, serta jajaran rektorat ITS.
Botol Kaca Premium Melengkapi Varian Baliss
Varian botol kaca premium ini menambah lini produk Baliss yang sebelumnya sudah hadir dalam kemasan galon dan karton. Produk tersebut lahir dari kerja sama Perumdam Tirta Mangutama dengan Bagian Kerja Sama Pemkab Badung.
Sasaran utamanya bukan konsumen rumahan, melainkan sektor kedinasan, perhotelan, hingga industri pariwisata. Segmen inilah yang selama ini paling banyak menghasilkan timbulan botol plastik sekali pakai di Badung.
Rektor ITS Surabaya Ir Bambang Pramujati berharap produk ini tidak hanya dimanfaatkan di lingkup Kabupaten Badung. "Kami berharap produk ini tidak hanya dimanfaatkan di lingkup Kabupaten Badung, tetapi juga dapat menjangkau pasar yang lebih luas," katanya.
Beasiswa Nak Badung hingga Teknologi Kelola Sampah
Kerja sama kedua pihak tidak berhenti di produk air minum. Pemkab Badung dan ITS juga menyepakati investasi sumber daya manusia lewat program beasiswa afirmasi "Nak Badung".
Siswa-siswi berprestasi asal Kabupaten Badung mendapat jalur khusus menempuh pendidikan tinggi di ITS Surabaya tanpa seleksi umum. Program ini ditujukan mencetak SDM unggul berstandar global yang siap membangun daerah.
Kemitraan tersebut turut mencakup implementasi teknologi pengelolaan sampah perkotaan serta tata kelola air bersih yang berkelanjutan.
Dampak bagi Wisatawan dan Pelaku Hotel
Bagi traveler yang menginap di kawasan Kuta, Seminyak, Canggu, atau Nusa Dua, kehadiran Baliss botol kaca membuka opsi air minum tanpa kemasan plastik sekali pakai. Hotel dan restoran di Badung kini punya alternatif pemasok yang sejalan dengan permintaan tamu akan layanan ramah lingkungan.
Belum ada informasi resmi soal harga jual, kapasitas produksi, maupun daftar hotel yang sudah memakai produk ini. Informasi terkini dapat dikonfirmasi via Dinas Pariwisata Kabupaten Badung atau Perumdam Tirta Mangutama.
Yang jelas, langkah ini menempatkan Badung sebagai salah satu daerah pertama di Bali yang menyiapkan rantai pasok air minum kemasan kaca untuk sektor pariwisata. Dampaknya baru terasa jika hotel dan restoran benar-benar beralih dari botol plastik.