AS Khawatir Serangan Houthi ke Riyadh Picu Eskalasi Timur Tengah

AS Khawatir Serangan Houthi ke Riyadh Picu Eskalasi Timur Tengah
AS Khawatir Serangan Houthi ke Riyadh Picu Eskalasi Timur Tengah

DINAMIKAPASAR.COM — Serangan kelompok Houthi ke Riyadh memicu kekhawatiran Amerika Serikat akan eskalasi berbahaya di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump mendadak ke Gedung Putih pada Sabtu (19/9) untuk membahas kelanjutan perselisihan dengan Arab Saudi. PBB mencatat lebih dari 110 ribu orang mengungsi akibat konflik di Yaman.

Rudal Houthi yang menyasar Riyadh menjadi sinyal kuat bahwa permusuhan di kawasan tersebut bakal memuncak. Departemen Luar Negeri AS memperingatkan bahwa konflik militer ini berpotensi meningkat dengan cepat.

Pemerintah AS juga meminta warganya di luar Timur Tengah mempertimbangkan menunda perjalanan ke dan melalui kawasan tersebut. Peringatan ini dikeluarkan setelah Gedung Putih tidak memberikan penjelasan mengenai alasan Trump standby saat konflik memanas.

Serangan Pertama yang Mengancam Ibu Kota Saudi

Ini adalah kali pertama sejak perang saudara Yaman kembali berkecamuk, serangan mengancam ibu kota Saudi. Situasi ini menambah tekanan pada ekonomi global yang sebelumnya telah terguncang akibat ketegangan selama tujuh bulan antara AS dan Iran.

Warga Riyadh menerima pesan peringatan sesaat sebelum pukul 03.00 pagi waktu setempat. Pesan itu mengimbau mereka untuk tetap berada di dalam ruangan karena wilayah tersebut berada di bawah ancaman serangan udara musuh.

Wartawan AFP mendengar dua ledakan sebelum badan pertahanan sipil Saudi mencabut status siaga setengah jam kemudian. "Saya mendengar bunyi alarm, lalu jendela rumah saya bergetar," ujar seorang warga Riyadh kepada AFP.

Warga lainnya menggambarkan serangan tersebut sebagai peristiwa yang mengerikan. Insiden ini terjadi beberapa hari setelah Riyadh menuduh kelompok Houthi menargetkan Mekkah pada Rabu.

Riyadh mengecam tindakan itu sebagai serangan teroris pengecut terhadap kota suci umat Islam yang setiap tahunnya dikunjungi jutaan peziarah. Kelompok Houthi dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai kebohongan.

AS Setujui Penjualan Jet Tempur F-35

Menurut platform berita AS Axios, AS pada pekan lalu menolak permintaan Saudi untuk melancarkan serangan terhadap Houthi. Washington sebelumnya menyetujui penjualan 48 jet tempur F-35 senilai USD 24,3 miliar kepada Arab Saudi pada Kamis.

Langkah ini diambil guna membantu Riyadh menangkal ancaman. Informasi tersebut dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri AS.

Serangan Houthi yang merebut sebagian wilayah di Yaman dalam beberapa pekan terakhir telah menewaskan ratusan orang. Menurut PBB, lebih dari 110 ribu orang mengungsi akibat konflik ini.

Pemerintah AS belum mengumumkan langkah konkret selain peringatan perjalanan. Situasi di Riyadh dan sekitarnya masih dalam pemantauan ketat otoritas setempat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index