DINAMIKAPASAR.COM — Pengujian independen terhadap sensor detak jantung Apple Watch Series 12 menunjukkan peningkatan akurasi yang signifikan, terutama saat bersepeda dalam ruangan. Hasil ini menjadi kabar baik bagi pengguna yang mengandalkan jam pintar untuk memantau kesehatan harian, termasuk di Indonesia yang pasar wearables-nya terus tumbuh.
Kanal YouTube The Quantified Scientist merilis pengujian mendalam terhadap sensor detak jantung Apple Watch Series 12. Pengujian dilakukan oleh Rob ter Horst, yang membandingkan readings jam tersebut dengan Polar H10 ECG chest strap sebagai acuan.
Pengujian mencakup tiga aktivitas: bersepeda dalam ruangan, lari, dan angkat beban. Ketiganya dipilih karena mewakili pola olahraga yang umum dilakukan pengguna jam pintar.
Sensor Baru Ukur Detak Jantung Tiap Lima Detik
Apple merombak total sensor jantung pada Apple Watch Series 12. Kini perangkat mengukur detak jantung setiap lima detik, bahkan saat pengguna tidak sedang beraktivitas.
Data tambahan itu memberi gambaran lebih rinci soal bagaimana aktivitas harian memengaruhi detak jantung. Mulai dari mengangkat belanjaan, berkebun, minum kopi sore, hingga menghadapi momen stres di kantor.
Bersepeda dalam Ruangan Jadi yang Terbaik
Pada sesi bersepeda dalam ruangan, sensor Apple Watch Series 12 nyaris identik dengan Polar H10. Korelasi keduanya mendekati sempurna di angka 1,0.
Saat lari, performa Series 12 juga solid dengan korelasi 0,98 terhadap chest strap. Ter Horst mencatat adanya deviasi kecil pada detak jantung tinggi, meski secara umum tetap akurat.
Angkat beban menjadi tantangan tersendiri. Ter Horst menyebut aktivitas ini memang paling sulit bagi sensor detak jantung berbasis pergelangan tangan.
Meski begitu, Series 12 mencatat korelasi 0,97, terendah dari tiga aktivitas yang diuji. Ter Horst menilai hasil itu "cukup bagus" karena menempatkan Series 12 di atas 85 persen perangkat yang pernah ia uji untuk angkat beban.
Dibanding Series 11, Akurasi Mirip
Ter Horst juga membandingkan hasil ini dengan pengujian jangka panjangnya terhadap Apple Watch Series 11. Secara keseluruhan, akurasi detak jantung kedua model itu mirip.
Menariknya, model lama justru sedikit lebih baik saat lari dalam pengujiannya. Ter Horst menduga Apple masih menyempurnakan algoritma untuk sensor baru.
Selain detak jantung, ter Horst menguji penghitung langkah Series 12. Ia menghitung manual sekitar 5.000 langkah dan menemukan jam tersebut umumnya tepat atau hanya sedikit kelebihan hitung.
Hasil pengujian ini relevan bagi konsumen Indonesia yang makin banyak memakai jam pintar untuk memantau kesehatan. Akurasi sensor jadi pertimbangan utama, terutama bagi yang rutin berolahraga atau punya kondisi jantung yang perlu dipantau.
Pengujian The Quantified Scientist bisa disaksikan lengkap di kanal YouTube-nya. Ulasan terpisah dari 9to5Mac soal Apple Watch Series 12 juga tersedia bagi yang ingin perbandingan lebih luas.