Harga Emas Hari Ini 6 Juli 2026: Antam Stabil, Galeri 24 dan UBS Naik

Harga Emas Hari Ini 6 Juli 2026: Antam Stabil, Galeri 24 dan UBS Naik
Update Harga Emas 6 Juli: Produk Galeri 24 dan UBS Pegadaian Naik [FOTO: NET].

JAKARTA – Nilai jual komoditas emas pada hari ini, Senin (6/7/2026), memperlihatkan pergerakan yang variatif di lingkup pasar dalam negeri. Harga logam mulia Antam keluaran Logam Mulia dilaporkan tidak mengalami fluktuasi, sedangkan harga emas yang dipasarkan oleh Pegadaian mencatatkan kenaikan pada varian produk Galeri 24 serta UBS.

Merujuk pada publikasi di situs resmi Logam Mulia pada Senin (6/7/2026), banderol emas Antam per gram terpantau masih bertahan kokoh di level Rp 2.670.000. 

Sementara itu, nilai pembelian kembali (buyback) untuk produk emas Antam juga konstan menempati posisi Rp 2.429.000 per gram alias sama sekali tidak bergeser jika dikomparasikan dengan pencapaian pada hari sebelumnya.

Di lain pihak, nominal harga emas di Pegadaian berdasarkan pembaruan data pada Senin (6/7/2026) siang justru mengalami penyesuaian untuk jenis produk Galeri 24 dan UBS. 

Nilai jual emas Galeri 24 dengan ukuran berat 1 gram merangkak naik sebesar Rp 5.000 menjadi Rp 2.653.000 per gram dari posisi sebelumnya yang bernilai Rp 2.648.000 per gram.

Sementara itu, harga emas Antam dengan cetakan 1 gram di gerai Pegadaian masih ditawarkan senilai Rp 2.777.000 per gram atau terpantau ajek dari pembaruan periode terdahulu. 

Adapun untuk nilai jual emas UBS berukuran 1 gram terkerek naik sebesar Rp 6.000 hingga menyentuh angka Rp 2.667.000 per gram dari posisi sebelumnya yang bertengger di Rp 2.661.000 per gram.

Di samping nilai jual, tingkat harga buyback emas di Pegadaian pun ikut dihampiri penyesuaian. Untuk takaran berat 1 gram, nilai buyback emas Galeri 24 merangkak naik Rp 5.000 menjadi Rp 2.488.000 per gram dari nominal sebelumnya Rp 2.483.000 per gram.

Sementara itu, nilai buyback emas untuk jenama Antam serta UBS berukuran berat 1 gram masing-masing mencatatkan kenaikan sebesar Rp 5.000 hingga menempati angka Rp 2.481.000 per gram dari posisi terdahulu yang berada di level Rp 2.476.000 per gram.

Berikut merupakan rincian kompilasi harga emas Antam, Galeri 24, beserta UBS per Senin (6/7/2026):

Harga emas Antam Logam Mulia hari ini

0,5 gram: Rp 1.385.000

1 gram: Rp 2.670.000

2 gram: Rp 5.280.000

3 gram: Rp 7.895.000

5 gram: Rp 13.125.000

10 gram: Rp 26.195.000

25 gram: Rp 65.362.000

50 gram: Rp 130.645.000

100 gram: Rp 261.212.000

250 gram: Rp 652.765.000

500 gram: Rp 1.305.320.000

1.000 gram (1 kilogram): Rp 2.610.600.000

Harga emas Galeri 24 hari ini

0,5 gram: Rp 1.391.000

1 gram: Rp 2.653.000

2 gram: Rp 5.243.000

5 gram: Rp 13.011.000

10 gram: Rp 25.953.000

25 gram: Rp 64.533.000

50 gram: Rp 128.965.000

100 gram: Rp 257.802.000

250 gram: Rp 642.923.000

500 gram: Rp 1.285.844.000

1.000 gram (1 kilogram): Rp 2.571.687.000

Harga emas Antam hari ini di Pegadaian

0,5 gram: Rp 1.441.000

1 gram: Rp 2.777.000

2 gram: Rp 5.492.000

3 gram: Rp 8.211.000

5 gram: Rp 13.650.000

10 gram: Rp 27.243.000

25 gram: Rp 67.977.000

50 gram: Rp 135.871.000

100 gram: Rp 271.661.000

Harga emas UBS hari ini

0,5 gram: Rp 1.442.000

1 gram: Rp 2.667.000

2 gram: Rp 5.292.000

5 gram: Rp 13.074.000

10 gram: Rp 26.012.000

25 gram: Rp 64.900.000

50 gram: Rp 129.535.000

100 gram: Rp 258.967.000

250 gram: Rp 647.225.000

500 gram: Rp 1.292.931.000

Beralih ke pasar global, pergerakan nilai jual emas dunia dilaporkan merangkak mendekati level 4.200 dollar AS per ons pada sesi transaksi Senin (6/7/2026). 

Tepat pada pukul 13.16 WIB, nilai emas dunia tertoreh pada level 4.148,46 dollar AS per ons, atau memperlihatkan penguatan sebesar 21,79 poin. 

Walau demikian, secara perhitungan bulanan performa harga emas terpantau masih terkoreksi sebesar 3,81 persen, sedangkan dalam kalkulasi tahunan masih mengantongi catatan pertumbuhan berkisar 24,44 persen.

Laju fluktuasi harga emas global ini disokong oleh rilis data sektor ketenagakerjaan di Amerika Serikat (AS) yang bergerak lebih lemah daripada estimasi pasar serta melandainya harga minyak mentah dunia.

 Fenomena tersebut menstimulasi para pelaku pasar untuk menyusutkan ekspektasi terkait rencana penaikan suku bunga acuan oleh pihak Federal Reserve (The Fed).

 Nilai jual minyak pun ikut merosot sejalan dengan pulihnya jalur distribusi sektor energi yang melewati Selat Hormuz sekaligus prospek bertambahnya suplai dari lingkaran OPEC+, sehingga mampu meminimalisasi kekhawatiran terkait inflasi yang sebelumnya sempat menekan proyeksi komoditas emas.

Performa nilai emas global dilaporkan berbalik mengalami penguatan pada sesi perdagangan Kamis (11/6/2026) usai kubu Amerika Serikat (AS) meluncurkan aksi gempuran teranyar menuju wilayah Iran.

 Operasi militer tersebut memperparah situasi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah dan kembali mengguncang stabilitas pasar keuangan internasional.

Di sisi lain, publikasi data nonfarm payrolls AS yang dirilis pada pekan lalu menunjukkan angka penambahan lapangan pekerjaan baru hanya menyentuh 57.000 sepanjang bulan Juni, bergerak jauh di bawah estimasi awal para pelaku pasar yang mematok angka 110.000.

 Data tersebut memicu dorongan bagi pelaku pasar untuk memangkas proyeksi peluang penaikan tingkat suku bunga oleh The Fed pada periode September mendatang.

Mengacu pada indikator CME FedWatch, tingkat probabilitas penaikan suku bunga acuan di bulan September meluncur turun ke kisaran 50 persen dari angka persentase sebelumnya yang bertengger di level 66 persen. 

Kemerosotan ekspektasi suku bunga ini secara otomatis mengerek daya pikat investasi emas karena tingkat biaya peluang untuk mendekap aset yang tidak menghasilkan imbal hasil menjadi jauh lebih rendah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index