JAKARTA — Perusahaan pengembang kawasan industri PT Jababeka Tbk. (KIJA) mengokohkan penerapan target Sustainable Development Goals (SDGs) melalui beragam program lingkungan, sosial, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dioperasikan di wilayah sekitar kawasan industrinya.
Direktur Utama PT Jababeka Infrastruktur Didik Purbadi menyampaikan bahwa bermacam program yang dioperasikan Jababeka ditujukan demi menyokong pencapaian tiga pilar utama SDGs, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Salah satunya dilaksanakan lewat rehabilitasi kawasan mangrove di wilayah pesisir Muara Gembong yang berfungsi memelihara ekosistem pesisir sekaligus merangkul masyarakat dalam aktivitas konservasi dan pengembangan ekowisata.
"Di bidang pengelolaan lingkungan, perusahaan juga mengembangkan Pusat Daur Ulang [PDU] Mekarmukti melalui pengolahan limbah organik menggunakan budidaya maggot Black Soldier Fly [BSF]," ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa (7/7/2026).
Program yang melibatkan masyarakat ini bukan hanya berkontribusi dalam memangkas volume sampah organik, melainkan juga membuka peluang ekonomi baru lewat pemanfaatan hasil pengolahan limbah tersebut.
"Sementara itu, aspek sosial diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, mulai dari penguatan Badan Usaha Milik Desa [BUMDes], pelatihan keterampilan menjahit, hingga pendampingan kelompok masyarakat yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan," lanjutnya.
Didik menyatakan secara tegas bahwa pembangunan berkelanjutan cuma dapat diwujudkan melalui sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan elemen masyarakat.
"Bagi Jababeka, tanggung jawab sosial dan lingkungan merupakan komitmen untuk tumbuh bersama masyarakat dan menciptakan dampak yang berkelanjutan," ujarnya.
Berdasarkan penuturan Didik, program-program yang selama ini digulirkan bersama masyarakat, sekaligus menjadi pemicu untuk terus menaikkan kontribusi bagi pembangunan daerah.
Direktur PT Jababeka Infrastruktur Vega Violetta Puspa menambahkan, pihak perusahaan bakal memperlebar kerja sama dengan pemerintah daerah, kalangan akademisi, serta bermacam pemangku kepentingan supaya penerapan program tanggung jawab sosial tersebut dapat menghadirkan manfaat yang makin luas.
Dia menyebutkan tindakan tersebut ialah bagian dari ikhtiar perusahaan dalam menyokong agenda pembangunan berkelanjutan nasional melalui pengembangan kawasan industri yang tak cuma bertumpu pada pertumbuhan ekonomi, namun juga memprioritaskan aspek lingkungan hidup serta kesejahteraan warga.
Lewat pelbagai program itu, Jababeka berupaya menciptakan ekosistem kawasan industri yang lebih berkelanjutan dengan menyatukan kepentingan bisnis, proteksi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat.
Metode ini dipandang selaras dengan tren pembangunan industri yang kian memosisikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta target SDGs sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
Secara lebih mendalam, langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen korporasi dalam melahirkan kawasan berwujud ekosistem yang saling terintegrasi, sekaligus bermutasi menuju masa depan yang lebih hijau dan cerdas.
"Sebagaimana komitmen Jababeka, yakni tak hanya membangun kota mandiri berbasis industri terintegrasi saja, tapi Jababeka ingin membangun masa depan industri," terangnya.