Mendag Dorong Bisnis Waralaba untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi

Mendag Dorong Bisnis Waralaba untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi
Budi Santoso: Bisnis Waralaba Jadi Cara Cepat Memulai Usaha [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mendorong pengembangan model bisnis waralaba sebagai strategi percepatan pertumbuhan usaha serta perluasan jangkauan produk dan layanan Indonesia hingga ke pasar internasional.

Budi mengungkapkan bahwa waralaba memiliki keunggulan berupa sistem manajemen, produksi, dan pangsa pasar yang sudah terbentuk, sehingga mempermudah pelaku usaha untuk memulai bisnis dengan lebih efisien.

"Jadi kami terus ingin mengembangkan model bisnis waralaba ini. Karena sebenarnya ketika misalnya teman-teman ingin bikin usaha yang langsung cepat, bisa jalan ya salah satu pilihannya adalah waralabanya. Karena manajemennya, kemudian produksinya dan sebagainya, pangsa pasarnya itu sudah terjangkau," ujar Budi dalam pembukaan Pak Gembus Spot, Jakarta, Senin (22/06/2026).

Menurutnya, waralaba merupakan pilihan menarik bagi calon wirausahawan karena model bisnisnya sudah teruji. Namun, Budi menekankan pentingnya persyaratan ketat bagi produk yang akan diwaralabakan demi menjaga kualitas.

Ia menjelaskan bahwa standar yang ketat diperlukan guna memberikan kepastian bagi penerima waralaba agar dapat menjalankan bisnisnya dengan sukses dan berkelanjutan.

"Harapannya adalah ada jaminan ketika orang itu ikut waralaba di suatu produk tertentu, sehingga usaha yang diikuti atau sebagai yang menerima waralaba ini dapat menjalankan usahanya dengan baik," ucapnya.

Budi menegaskan bahwa pemerintah terus menggalakkan bisnis waralaba sebagai upaya menjaga stabilitas aktivitas ekonomi nasional. 

Semakin banyak bisnis yang berkembang dengan sistem ini, diharapkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi juga kian meningkat.

Di samping pasar domestik, Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga aktif memperluas jaringan waralaba ke luar negeri melalui berbagai program promosi dan business matching

Pemerintah rutin mempromosikan jenama waralaba Indonesia dalam pameran internasional, termasuk di Singapura, guna mendorong kehadiran restoran Indonesia di mancanegara melalui skema waralaba.

Menurut Budi, banyak restoran Indonesia di luar negeri yang saat ini masih dikelola secara keluarga sehingga berisiko berhenti beroperasi saat pengelolanya tidak lagi aktif. Model waralaba dianggap sebagai solusi untuk menjamin keberlanjutan usaha sekaligus memperluas jangkauan bisnis.

Lebih lanjut, Budi menyebutkan bahwa perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri kini dibebani tugas untuk mencari investor serta mitra penerima waralaba di negara tujuan.

"Tugas perwakilan kami itu yang mencari investasi, mencari penerima waralabanya yang ada di sana. Itu yang kami tugaskan. Perwakilan kami tidak hanya ngomongin ekspor barang, tapi juga jasa," imbuh Busan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index