Kejar Profitabilitas, Asia Sejahtera (AGAR) Pacu Hilirisasi & Ekspansi

Kejar Profitabilitas, Asia Sejahtera (AGAR) Pacu Hilirisasi & Ekspansi
Hadapi Disrupsi, AGAR Kembangkan Rumput Laut di Afrika & Hilirisasi [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Asia Sejahtera Mina Tbk. (AGAR), emiten pengekspor rumput laut, telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk memitigasi tekanan makroekonomi global serta tantangan logistik yang menghambat penjualan pada awal tahun ini. 

Direktur Utama AGAR, Indra Widyadharma, mengungkapkan bahwa perseroan menerapkan kebijakan manajemen kas yang selektif. AGAR memprioritaskan pelunasan utang berbunga untuk menekan biaya modal serta aktif melakukan negosiasi term of payment agar pembeli dapat membayar lebih cepat demi menjaga likuiditas.

"Tidak hanya mengandalkan pasokan domestik yang kerap terkendala tingginya biaya transportasi antar-pulau dan risiko cuaca ekstrem, AGAR juga mengambil langkah progresif dengan merintis budi daya rumput laut di Afrika sejak tahun lalu," ujarnya di Sidoarjo, Jumat (26/6/2026).

Melalui skema kemitraan dengan koperasi pesisir lokal di Afrika yang melibatkan pekerja wanita, AGAR berhasil mengembangkan sumber pasokan alternatif. 

"Kendati menghadapi proses birokrasi dan perizinan lokal yang panjang, proyek ini menunjukkan hasil positif. Perseroan membidik ekspor perdana dari Afrika dapat terealisasi dalam 1 hingga 2 bulan ke depan untuk memperkuat opsi pasokan global," ungkapnya.

Di sektor domestik, AGAR mengintegrasikan hilirisasi melalui anak usahanya, PT Giwang Citra Laut (GCL) di Sulawesi Selatan, untuk memaksimalkan produksi Semi Refined Carrageenan (SRC). Saat ini, produk tepung karagenan olahan GCL telah diserap oleh pasar premium di Inggris, Spanyol, dan China.

"Sebagai langkah hilirisasi lanjutan untuk mendongkrak margin profitabilitas sekaligus mengantisipasi potensi larangan ekspor bahan mentah oleh pemerintah di masa depan, AGAR tengah memformulasikan produk jadi bernilai tambah tinggi. Perseroan berencana meluncurkan produk turunan siap konsumsi seperti permen/jeli berbasis rumput laut, serta bahan baku pakan hewan peliharaan (pet food) yang pasarnya tengah tumbuh pesat," jelasnya.

Produk hilir ini diproyeksikan meluncur pada kuartal IV/2026. Meski mencatatkan penurunan kinerja pada kuartal I/2026 akibat disrupsi rantai pasok global dan tingginya biaya pengapalan, AGAR mencatat tren peningkatan permintaan pasca-kuartal I/2026 seiring menipisnya stok bahan baku di tingkat pabrik global.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index