JAKARTA — ESQ Corp mengapresiasi efektivitas Program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) yang dijalankan oleh BPJPH sepanjang tahun 2026.
Program ini dinilai memberikan dampak nyata bagi pengembangan usaha mikro dan kecil (UMK) serta meningkatkan kesejahteraan para pendamping proses produk halal (P3H) di seluruh Indonesia.
Hingga saat ini, lebih dari satu juta pelaku usaha telah menerima manfaat sertifikasi tersebut.
- Baca Juga Raih GCG Awards 2026, PNM Layani 23,
Dalam acara penandatanganan nota kesepahaman di Kantor BPJPH, Kamis (18/6/2026), pendiri ESQ Corp, Ary Ginanjar Agustian, menekankan bahwa capaian BPJPH perlu dijaga melalui kepemimpinan yang kuat dan budaya organisasi yang sehat.
Menurutnya, hal ini menjadi faktor krusial untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
Ary juga menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Presiden Prabowo Subianto yang telah memfasilitasi satu juta sertifikat halal gratis bagi UMK.
"Kita patut bersyukur karena halal value chain telah memberikan kontribusi hingga 27 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional. Ini adalah capaian yang perlu kita apresiasi bersama," ujar Ary.
Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa sertifikasi halal bukan sekadar urusan administratif, melainkan instrumen strategis untuk memperkuat daya saing produk dan kepercayaan konsumen baik di pasar nasional maupun global.
Haikal mencatat bahwa persepsi global terhadap industri halal kini sangat positif; Amerika Serikat mengaitkannya dengan kesehatan, Korea Selatan dengan standar kebersihan, Tiongkok dengan peluang ekonomi, dan Inggris dengan keberlanjutan lingkungan.
Industri halal kini telah menjadi mesin pendorong utama dalam peta pembangunan ekonomi Indonesia.