JAKARTA - PT BSA Logistics Indonesia Tbk. (WBSA) tengah bersiap melakukan akuisisi terhadap PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) dengan nilai transaksi mencapai Rp215 miliar. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya ekspansi dalam bisnis logistik multimoda dan transportasi.
Pendanaan untuk akuisisi ini bersumber dari dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan, dengan mengambil alih 191.250 saham atau setara dengan 99,99% kepemilikan BIL dari PT Bermuda Nusantara Logistik (BNL).
Mengingat nilai transaksi tersebut melampaui 50% ekuitas perseroan, maka aksi korporasi ini dikategorikan sebagai transaksi material sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
- Baca Juga Raih GCG Awards 2026, PNM Layani 23,
Manajemen WBSA menjelaskan bahwa akuisisi ini ditujukan untuk memperkuat posisi perusahaan sebagai penyedia layanan logistik multimoda yang terintegrasi.
Dengan menguasai BIL, perseroan akan mendapatkan akses lebih luas ke sektor pertambangan dan komoditas hulu yang memiliki kebutuhan logistik besar serta potensi pertumbuhan jangka panjang yang menjanjikan.
Selain memperluas penetrasi pasar, langkah ini juga diharapkan mampu mendiversifikasi basis pelanggan sehingga ketergantungan pada pelanggan utama dapat dikurangi.
Secara operasional, integrasi dengan BIL diproyeksikan memberikan efisiensi biaya transportasi, meningkatkan utilisasi armada, mengoptimalkan koordinasi antarmoda, serta menekan ketergantungan terhadap penyedia jasa eksternal. Sinergi ini diyakini akan memperkuat daya saing WBSA di industri logistik business-to-business (B2B).
BIL sendiri merupakan perusahaan holding yang memiliki kepemilikan hampir penuh pada PT Beruang Maritim Indonesia (BMI), yakni operator angkutan laut domestik untuk barang khusus dan jasa penunjang pertambangan.
Penilai independen KJPP Kusnanto & Rekan menaksir nilai pasar 99,99% saham BIL sebesar Rp222,68 miliar. Dengan harga beli Rp215 miliar, transaksi ini berada sekitar 3,45% di bawah nilai pasar dan dinilai wajar secara finansial.
Meskipun terdapat unsur transaksi afiliasi karena kesamaan pihak pengendali, perseroan menegaskan tidak ada benturan kepentingan. Transaksi ini juga telah mengantongi persetujuan dari sejumlah kreditur, seperti PT Bank OCBC NISP Tbk., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., dan PT Bank Maybank Indonesia Tbk.
Selanjutnya, WBSA akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni 2026.