JAKARTA — PT Elang Media Visitama, selaku anak usaha PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK), melakukan aksi borong saham PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA) dengan total mencapai 13,54 juta lembar.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), pembelian tersebut dilakukan secara bertahap pada 9 dan 10 Juni 2026.
Secara rinci, pada 9 Juni 2026, anak usaha Emtek tersebut membeli 10,54 juta lembar saham dengan harga Rp582,00 per saham, dengan nilai transaksi sekitar Rp6,13 miliar.
- Baca Juga Raih GCG Awards 2026, PNM Layani 23,
Kemudian pada 10 Juni 2026, perseroan kembali menambah kepemilikan sebanyak 3 juta lembar dengan harga Rp642,00 per saham, senilai Rp1,92 miliar.
Melalui laporan kepemilikan saham tersebut, Elang Media Visitama yang sebelumnya memegang 9.354.117.599 unit saham atau setara 27,60% hak suara, kini mencatatkan kepemilikan sebesar 9.367.665.459 unit saham atau setara 27,64% hak suara.
Di tengah aksi beli oleh salah satu pemegang saham pengendali, harga saham SUPA terpantau melemah 34,22% sepanjang tahun berjalan (year to date/YtD) ke posisi Rp615 pada perdagangan Kamis (11/6/2026).
Di sisi lain, SUPA membukukan laba bersih Rp78,19 miliar pada kuartal I/2026, yang melonjak 31.051,39% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp251,00 juta.
Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan mengungkapkan, pencapaian positif tersebut membuktikan keberhasilan strategi perusahaan dalam membangun bank digital berbasis ekosistem.
“Kami juga melihat momentum pertumbuhan ini akan terus berlanjut, didukung oleh fundamental yang kuat serta permodalan yang solid dengan CAR di level 84,1%, sambil tetap menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan melalui penerapan prinsip kehati-hatian,” kata Tigor dalam keterangannya, dikutip pada Jumat (29/5/2026).
Pencapaian positif pada kuartal I/2026 ditopang oleh pertumbuhan di berbagai lini. Hingga Maret 2026, total aset tumbuh 70,54% YoY menjadi Rp23,9 triliun, sejalan dengan penyaluran kredit yang naik 50,34% YoY menjadi Rp11,4 triliun. Dari sektor pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 103,89% YoY menjadi Rp14,4 triliun.
Kinerja intermediasi turut mendongkrak profitabilitas, di mana Pendapatan Bunga Bersih (NII) naik 90,97% YoY menjadi Rp504 miliar. Return on Equity (ROE) berada di level 4,13%, sementara efisiensi operasional membaik dengan Cost to Income Ratio (CIR) turun menjadi 57,19% dan NPL Gross terjaga di 2,10%.
Sejak meluncur pada Juni 2024, Superbank telah melayani lebih dari 6 juta nasabah dengan rata-rata transaksi harian di atas 1 juta. Perseroan berkomitmen terus mengakselerasi pertumbuhan melalui inovasi teknologi dan perluasan akses keuangan inklusif.