Penjualan Mobil di Indonesia Naik 14 Persen pada Mei 2026

Penjualan Mobil di Indonesia Naik 14 Persen pada Mei 2026
Gaikindo melaporkan penjualan kendaraan roda empat atau lebih di dalam negeri meningkat 14 persen pada Mei 2026.

JAKARTA - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merilis laporan bahwa penjualan kendaraan roda empat atau lebih di pasar domestik mengalami kenaikan sebesar 14 persen pada Mei 2026 jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

 Berdasarkan data yang dikeluarkan, total distribusi dari pabrik menuju diler atau wholesales pada bulan tersebut menyentuh angka 69.219 unit. 

Jumlah ini meningkat dari perolehan tahun sebelumnya yang mencatatkan angka 60.697 unit.

Sementara itu, untuk penjualan ritel atau pengiriman kendaraan dari diler langsung ke tangan konsumen, mencatatkan pertumbuhan sebesar 16,8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), yakni dari 61.546 unit menjadi 71.890 unit. 

Tren positif ini menjadi indikator bahwa pasar otomotif di dalam negeri masih memiliki prospek yang bagus pada tahun ini. 

Jika dihitung secara kumulatif sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, angka penjualan mobil pun menunjukkan grafik kenaikan sebesar 12,8 persen untuk lini wholesales (dari 318.344 unit naik ke 359.015 unit) serta tumbuh 8,8 persen pada sektor penjualan ritel (dari 330.486 unit bergerak naik menjadi 359.490 unit).

Pasar Bulanan Melambat

Kendati demikian, apabila ditinjau secara bulanan, performa penjualan mobil selama periode Mei 2026 ini menunjukkan perlambatan sebesar 14,3 persen (berkurang sekitar 11.560 unit) dari pencapaian bulan sebelumnya yang sempat menyentuh angka 80.779 unit. 

Pada jalur penjualan ritel, penurunan tipis juga terjadi sebesar 5,1 persen, bergerak turun dari semula 75.736 unit menjadi 71.890 unit.

Alasan

Vice Chairman Market Development Gaikindo Jongkie D Sugiarto memaparkan bahwa lonjakan permintaan yang sempat terjadi pada April 2026 lalu ikut dipicu oleh faktor musiman, di mana aktivitas distribusi pasca-Lebaran mengalami peningkatan. 

Memasuki bulan Mei 2026, situasi pasar pun kembali normal seperti sedia kala. Di samping itu, dinamika pasar pada bulan Mei ini juga sedikit terpengaruh oleh banyaknya hari libur nasional, seperti perayaan Hari Raya Idul Adha hingga Hari Raya Waisak.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index