Pelemahan Rupiah dan Harga Energi Kerek Inflasi Juni 2026

Rabu, 01 Juli 2026 | 21:15:01 WIB
Ekonom Prediksi Inflasi Akhir 2026 Melampaui Target APBN [FOTO: NET].

JAKARTA — Pergerakan inflasi di Indonesia pada Juni 2026 diestimasikan merangkak naik, baik dalam perhitungan bulanan maupun tahunan. 

Depresiasi nilai tukar rupiah, lonjakan harga energi, fluktuasi harga pangan, serta langkah penyesuaian harga komoditas yang dikendalikan oleh pemerintah diprediksi menjadi stimulus utama yang mendongkrak indeks harga konsumen (IHK).

Melalui data BIG Consensus Insights yang dirilis oleh DataIndonesia selaku unit riset Bisnis Indonesia Group (BIG), diperoleh angka median untuk proyeksi inflasi Juni 2026 sebesar 0,41% secara bulanan (month-to-month/MtM). 

Pada sisi lain, inflasi tahun berjalan (year-to-date/YtD) diestimasikan berada di angka 1,86%, sementara laju inflasi tahunan (year-on-year/YoY) diperkirakan menyentuh 3,29%.

Riset berkala ini mengompilasi estimasi dari 20 ekonom serta analis, di mana 11 responden di antaranya telah menyetorkan kalkulasi mereka. Angka proyeksi tersebut terpantau lebih tinggi bila dibandingkan dengan realisasi inflasi Juni 2025 yang bertengger di posisi 0,19% secara bulanan dan 1,87% secara tahunan. 

Akumulasi itu juga melewati catatan inflasi Mei 2026 yang sebesar 0,28% secara bulanan dan 3,08% secara tahunan.

Dari jajaran analis yang terlibat, Ekonom Bahana Sekuritas Purbiantoro Lintang Nugroho menyodorkan kalkulasi inflasi paling tinggi, yaitu mencapai 0,57% secara bulanan dan 3,48% secara tahunan.

 Sebaliknya, Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence (IEI) Sunarsip memproyeksikan angka yang lebih rendah, yakni di level 0,20% secara bulanan dan 3,10% secara tahunan.

Sebagian besar ekonom berpendapat bahwa beban inflasi pada Juni ini bersumber dari perpaduan faktor antara pelemahan kurs rupiah, kenaikan harga energi, harga pangan yang bergejolak (volatile food), serta kebijakan penyesuaian harga yang diatur pemerintah (administered prices).

Hambatan dari aspek nilai tukar ini pun turut terefleksi pada kalkulasi inflasi inti. Berdasarkan riset BIG Consensus Insights, median untuk inflasi inti pada Juni 2026 diestimasikan menyentuh level 0,16% secara bulanan atau setara dengan 2,63% secara tahunan.

Hasil jajak pendapat BIG Consensus Insights tersebut juga memaparkan bahwa ekspektasi inflasi menuju penghujung tahun memperlihatkan kecenderungan naik. 

Sebanyak 70% ekonom memprediksi angka inflasi pada akhir tahun 2026 bakal bertengger di atas target inflasi yang tertuang dalam APBN 2026 sebesar 2,5%, sementara 30% responden sisa meyakini inflasi masih mampu terjaga selaras dengan target awal dari pemerintah.

Terkini