Kementerian PU Percepat Perbaiki Jembatan Bailey Kutablang di Aceh

Rabu, 01 Juli 2026 | 20:01:01 WIB
Perbaikan Jembatan Bailey Kutablang Aceh Dipercepat Kementerian PU [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sedang mengakselerasi pembenahan Jembatan Bailey yang terletak di Jembatan Krueng Tingkeum, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan jajaran pemerintah berkomitmen memelihara kemantapan serta keterhubungan jalur nasional di Provinsi Aceh, termasuk di sejumlah titik yang terdahulu dilanda bencana ataupun yang membutuhkan tindakan darurat. 

Menurut pandangannya, keamanan warga menjadi prioritas paling utama dalam setiap pengerjaan proyek di lapangan.

"Perbaikan dilakukan agar jembatan kembali aman dilalui sehingga konektivitas masyarakat dan distribusi logistik tetap terjaga," kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Sepanjang proyek berjalan, arus peredaran kendaraan pada area Jalan Nasional Medan–Banda Aceh dipindahkan untuk sementara waktu lewat rute yang sudah ditentukan oleh aparat di lapangan demi menggaransi keamanan pemakai jalan sekaligus menyokong kelancaran tahapan pembenahan.

Penghentian operasional sementara Jembatan Bailey Kutablang diterapkan pada Minggu (28/6/2026) guna memperbarui 20 lembar pelat besi lantai jembatan yang mengalami kerusakan, termasuk sejumlah pelat yang remuk imbas dilewati armada dengan beban berlebih atau over dimension and over loading (ODOL). Aktivitas proyek diprediksi memerlukan durasi kisaran 6-9 jam.

Selama pengerjaan berlangsung, seluruh arus sirkulasi kendaraan di rute lintas timur Aceh dialihkan melewati Jembatan Bailey Awe Geutah yang berada di area Paya Teupin Reudeup, Kecamatan Peusangan Selatan.

Kementerian PU memberikan seruan kepada segenap pemakai jalan supaya mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menuruti instruksi aparat di lapangan, serta mengondisikan jam perjalanan demi menjauhi penumpukan kendaraan di area sekitar lokasi proyek.

Sampai pukul 20.00 WIB tanggal 28 Juni 2026, tahapan pengerjaan telah menyentuh angka 71,1 persen. Tim Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh bersama elemen terkait terus menunaikan tugas secara spartan supaya pembenahan dapat dituntaskan sesegera mungkin dengan tetap memprioritaskan faktor keamanan serta mutu proyek.

Kementerian PU pun mengimbau perihal urgensi kepatuhan terhadap regulasi batas ukuran dan muatan armada angkutan.

Armada ODOL bukan sekadar mempercepat kehancuran fasilitas jalan dan jembatan, melainkan turut melipatgandakan potensi kecelakaan sekaligus menghambat pergerakan mobilitas warga serta penyaluran barang logistik.

Kementerian PU mengutarakan apresiasi kepada seluruh lapisan masyarakat atas kemakluman serta sinergi yang diberikan sepanjang tahapan pembenahan berjalan.

Lewat sokongan dari segenap komponen, diharapkan proyek tersebut bisa lekas selesai sehingga arus lalu lintas pada rute krusial penghubung Provinsi Aceh dengan Sumatera Utara dapat kembali berjalan dengan normal, aman, dan lancar.

Terkini