MBG Libur, Harga Bahan Pokok di Surabaya Cenderung Fluktuatif

Selasa, 30 Juni 2026 | 20:33:31 WIB
Program MBG Libur, Pedagang Surabaya Sebut Harga Bapok Naik Turun [FOTO: NET].

JAKARTA - Kemerosotan harga bahan-bahan pokok (bapok) terjadi di sejumlah wilayah bertepatan dengan liburnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) sepanjang masa libur sekolah. Kendati demikian, fenomena tersebut justru tidak dirasakan oleh para pedagang di Surabaya yang membeberkan bahwa harga daging sampai sayur-sayuran terpantau masih cenderung fluktuatif.

Seperti halnya yang dipaparkan oleh salah satu pedagang ayam di Pasar Wonokromo, Surabaya, Agung (56). 

Ia mengutarakan, harga ayam saat ini terpantau masih cenderung stabil pada kisaran Rp 30.000 hingga Rp 31.000 per kilogram (kg). Menurut pandangannya, lonjakan atau penyusutan harga daging ayam lebih dipengaruhi oleh total stok yang tersedia.

“Kalau ada MBG atau enggak, enggak begitu berpengaruh sih. Biasanya dipengaruhi itu dari stoknya. Kalau di kulakan aman ya stabil, tapi kalau menipis baru harganya naik,” ujar Agung ketika ditemui Kompas.com, Selasa (30/6/2026).

Seorang pedagang sayur, Jumiah (60), mengonfirmasi bahwa harga bawang merah untuk sekarang melandai jadi Rp 35.000 per kg. Sementara itu, nilai jual bawang putih cenderung mendaki pada kisaran Rp 34.000 sampai Rp 36.000 per kg. 

Untuk komoditas cabai, harganya dinilai masih tidak menentu. Harga cabai rawit berada pada angka Rp 40.000 dan cabai besar dihargai Rp 30.000 per kg.

“Kalau bawang, cabai itu harganya enggak menentu sih. Kadang naik, kadang turun. Malah ada beberapa harga yang cenderung naik,” ucap Jumiah.

Ia mengungkapkan, untuk ketersediaan stok bawang, cabai, sampai sayur-mayur sejak bergulirnya program MBG hingga masa libur seperti saat ini, tidak mengalami imbas yang berarti.

“Kalau sayur bayam sama sawi gini sekarang malahan naik, biasanya Rp 7.000 per ikat sekarang jadi Rp 12.000. Harga kangkung juga biasanya Rp 10.000 dapat tiga ikat, sekarang Rp 10.000 cuma dapat seikat. Tapi bisa jadi besok turun lagi harganya, enggak menentu sih kalau sayur,” tuturnya.

Meski begitu, Jumiah lebih memilih untuk tidak memasok stok terlalu banyak mengingat daya beli masyarakat yang dinilai kian merosot.

“Sekarang itu pasar sepi, makanya saya enggak berani ambil (stok) banyak-banyak. Soalnya kayak sayur gini kan gampang busuk kalau misal sampai besok aja belum laku, banyak ruginya malahan nanti,” jelasnya.

Selaras dengan Jumiah, pedagang sayur lainnya, Maya (35), memaparkan bahwasanya harga sayur cenderung tidak menentu walaupun saat ini program MBG tengah diliburkan. Ia menyampaikan, untuk harga sawi dan bayam untuk sekarang sedang melandai di kisaran Rp 10.000 sampai Rp 15.000 per ikat.

“Tapi kalau harganya lagi mahal ya bisa tembus Rp 13.000 sampai Rp 15.000 per ikat. Enggak bisa dipastikan sih kalau sayur karena setiap harinya pasti berubah,” kata Maya.

Sementara itu, menurut penuturan Maya, harga bawang merah pun mengalami penurunan ke angka Rp 40.000 dari yang sebelumnya menyentuh Rp 50.000 per kg. 

Namun, untuk harga bawang putih cenderung mendaki menjadi kisaran Rp 34.000 sampai Rp 36.000, dari yang sebelumnya berada di angka Rp 28.000 per kg.

“Tapi seperti harga cabai sama kayak sayur, harganya juga enggak bisa dipastikan, cenderung naik turun terus karena kan tergantung cuaca, terus pengkolan sama petaninya gimana. Tapi kalau kayak cabai rawit sekarang turun jadi Rp 30.000 per kg,” tuturnya.

Hal serupa turut dirasakan oleh seorang pedagang telur, Sumanto. Ia mengiyakan bahwa harga telur merosot dari harga Rp 28.000 menjadi Rp 24.000 per kg.

“Kalau harga telur sendiri enggak berpengaruh sih ada MBG atau enggak, masih aman aja,” cetus Sumanto.

Menurut dia, sepanjang pelaksanaan program MBG hingga memasuki periode libur sekolah saat ini, tidak dijumpai adanya pergeseran harga yang terlampau berarti.

“Enggak ada sih (perubahan harga). Sama aja, selama stoknya aman ya, harga enggak berubah,” pungkasnya.

Data harga bahan pokok

Di lain pihak, menilik data dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (SISKAPERBAPO) di Surabaya, terpantau nilai jual daging ayam masih cenderung stabil pada angka Rp 33.333 per kg dan komoditas telur ayam di kisaran Rp 25.166 per kg.

Penyusutan harga juga terjadi pada komoditas cabai keriting menjadi Rp 34.500 dari yang sebelumnya Rp 38.166, serta harga cabai rawit melorot menjadi Rp 42.833 dari posisi sebelumnya di angka Rp 45.833. Sementara itu, harga cabai merah besar terpantau stabil pada Rp 35.000 per kg.

Harga bawang merah cenderung menyusut menuju kisaran Rp 38.166, sedangkan untuk bawang putih cenderung stabil pada angka 34.166 per kg.

Untuk kelompok sayur-mayur juga terekam masih stabil, walau terdapat sedikit dinamika kenaikan atau penurunan. Mulai dari kol atau kubis dihargai Rp 10.666, kentang pada angka Rp 15.166, tomat merah dibanderol Rp 13.500, wortel masih ajek di angka Rp 15.666, dan buncis berada pada kisaran Rp 12.166.

Terkini