Harga Bapok di Bali Turun 50 Persen Saat MBG Libur, Petani Mengeluh

Harga Bapok di Bali Turun 50 Persen Saat MBG Libur, Petani Mengeluh
MBG Libur, Harga Bahan Pokok di Bali Merosot hingga 50 Persen [FOTO: NET].

JAKARTA - Nilai jual sejumlah bahan pangan di kawasan Bali merosot secara signifikan dalam kurun waktu beberapa hari belakangan. Penyusutan harga melanda bermacam komoditas hortikultura, mulai dari cabai, tomat, brokoli, sampai sawi putih, bertepatan dengan periode penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sepanjang liburan sekolah. 

Kendati demikian, belum dapat dipastikan secara gamblang apakah merosotnya harga tersebut berkaitan langsung dengan disetopnya distribusi MBG untuk sementara waktu.

Harga Cabai hingga Brokoli Turun Tajam

Seorang warga Denpasar, Komang Rahayu, mengutarakan bahwa harga bermacam kebutuhan dapur mulai melandai sejak Minggu (28/6/2026). Ia merasakan hampir seluruh komoditas yang umum dibelinya di Pasar Badung mengalami penyusutan harga.

"Iya, sekarang semua turun drastis," kata Komang, Selasa (30/6/2026).

Berdasarkan penuturannya, harga cabai rawit yang sebelumnya menyentuh Rp 80.000 per kilogram sekarang merosot menjadi Rp 45.000 per kilogram. Sementara itu, cabai besar menyusut dari Rp 45.000 menjadi Rp 20.000 per kilogram. 

Harga tomat juga melorot dari Rp 15.000 menjadi Rp 8.000 per kilogram. Brokoli lokal yang sebelumnya dipasarkan berkisar Rp 45.000 per kilogram kini tinggal berada di kisaran Rp 18.000 sampai Rp 20.000 per kilogram. 

Bukan hanya itu, harga sawi putih melorot dari Rp 10.000 menjadi Rp 5.000 per kilogram, sedangkan edamame menyusut dari Rp 25.000 menjadi Rp 18.000 per kilogram.

Harga Murah Belum Tentu Dongkrak Daya Beli

Warga Denpasar lainnya, Ari, membenarkan perihal tren penyusutan harga sejumlah bahan pangan tersebut. Namun, ia berpandangan nilai jual yang lebih terjangkau belum tentu dibarengi dengan naiknya daya beli masyarakat.

"Harga cabai memang turun," katanya.

Menurut pandangan Ari, keadaan ekonomi sebagian kalangan masyarakat masih memicu pengeluaran rumah tangga tetap dijalankan secara penuh kehati-hatian walaupun harga kebutuhan pokok tengah menurun.

Petani Keluhkan Harga Jual di Tingkat Produksi

Di lain pihak, merosotnya harga ini malah dikeluhkan oleh kalangan petani. Wayan Rasmini, seorang petani yang berasal dari Kintamani, Kabupaten Bangli, memaparkan harga jual hasil panen pada tingkat petani untuk saat ini berada pada posisi yang teramat rendah. 

Harga buncis cuma dihargai Rp 3.000 per kilogram, sedangkan untuk sawi putih berada di angka Rp 2.000 per kilogram.

"Pakcoi, tidak ada yang beli. Kol hanya Rp 1.000. Tomat dan bawang juga turun," ujarnya.

Menurutnya, rendahnya nilai jual tersebut memicu pendapatan petani ikut tertekan meskipun pihak konsumen bisa memperoleh harga yang lebih murah di area pasar.

MBG Dihentikan Sementara Selama Libur Sekolah

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) menyetop untuk sementara waktu distribusi Program Makan Bergizi Gratis mulai tanggal 22 Juni sampai 13 Juli 2026 sepanjang masa libur sekolah. 

Regulasi dimaksud tertuang dalam Surat Edaran Kepala BGN Nomor 12 Tahun 2026 mengenai penyesuaian operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama periode liburan sekolah.

"Untuk kali ini kebijakan yang kami ambil adalah kami benar-benar tidak mendistribusikan MBG, dengan maksud tadi, untuk standardisasi tata kelola operasional, efisiensi sumber daya," kata Wakil Kepala BGN sekaligus Juru Bicara BGN Agustina Arumsari.

Sepanjang penghentian sementara tersebut, dapur MBG atau SPPG juga tidak memperoleh insentif operasional harian. Pihak BGN mengestimasi kebijakan tersebut mampu menghemat anggaran berkisar Rp 3 triliun sepanjang 18 hari masa libur sekolah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index