MDKA Cetak Laba Rp974,57 Miliar di Kuartal I/2026, Balikkan Rugi

MDKA Cetak Laba Rp974,57 Miliar di Kuartal I/2026, Balikkan Rugi
Kuartal I/2026: Merdeka Copper (MDKA) Balikkan Rugi Jadi Laba [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) berhasil membalikkan kondisi rugi bersih menjadi perolehan laba senilai Rp974,57 miliar selama tiga bulan pertama tahun berjalan ini.

Merujuk pada laporan keuangan per tanggal 31 Maret 2026, perusahaan tambang milik Grup Saratoga ini membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai US$57,5 juta. 

Hasil ini berbalik dari keadaan rugi senilai US$3,7 juta pada kuartal I/2025 atau berkisar Rp61,67 miliar. Nilai tukar rupiah yang diterapkan berpatokan pada Rp16.949,15 per dolar AS per 31 Maret 2026 dan Rp16.666,67 per dolar AS per 31 Desember 2025.

Perbaikan pada kinerja bottom line tersebut selaras dengan perolehan pendapatan konsolidasi MDKA yang melesat 24% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi US$620,3 juta. 

Kondisi itu membuat laba bersih konsolidasian korporasi turut meningkat tajam menjadi US$120,2 juta, berbanding terbalik dengan pencapaian periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar US$2,6 juta.

Presiden Direktur MDKA Albert Saputro mengungkapkan bahwa performa awal tahun perusahaan disokong oleh naiknya harga jual emas, bertambahnya volume limonit, serta menguatnya margin nikel.

“Kinerja ini menunjukkan ketahanan portofolio perseroan yang terdiversifikasi dan mencerminkan fokus kami pada eksekusi yang disiplin, optimalisasi biaya, serta pengembangan platform pertumbuhan utama di sektor emas, nikel dan tembaga,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (29/6/2026).

Menilik secara detail, sektor komoditas emas menjadi penyumbang terbesar bagi EBITDA kuartal I/2026 MDKA dengan torehan nilai mencapai US$89 juta. 

Diikuti selanjutnya oleh segmen Nickel Pig Iron (NPI) dengan nilai US$67 juta, limonit sejumlah US$48 juta, High-Grade Nickel Matte sebesar US$25 juta, serta tembaga senilai US$19 juta.

Di samping itu, jumlah produksi emas MDKA terangkat 5% secara year on year (YoY) ke posisi 26.652 ounces berkat kontribusi perdana dari Tambang Emas Pani yang dikelola PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) selaku anak usaha korporasi.

Pada sektor nikel, anak usaha perusahaan yaitu PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) mencatatkan pelonjakan volume penambangan bijih hingga 143%.

 Peningkatan menuju angka 7,7 juta wet metric tonnes (wmt) tersebut ditopang oleh ekspansi produksi saprolit dan limonit dengan profit margin tunai yang kuat.

Pada bagian lain, EMAS pun memperlebar basis investor global usai menuntaskan pencatatan saham sekunder (secondary listing) di Bursa Efek Hong Kong (HKEX) pada bulan Juni 2026.

Sedangkan dari aspek likuiditas, MDKA menjaga posisi kas dan bank yang kuat senilai US$545 juta dengan rasio utang bersih terhadap EBITDA berada pada tingkatan 3,0 kali.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index