Es Teh vs Teh Panas, Mana yang Lebih Menyehatkan bagi Tubuh?

Es Teh vs Teh Panas, Mana yang Lebih Menyehatkan bagi Tubuh?
Perbandingan Manfaat Es Teh dan Teh Panas untuk Kesehatan [FOTO: NET].

JAKARTA - Teh panas telah lama dianggap sebagai minuman menyehatkan, terutama bila disajikan tanpa pemanis. Namun, bagaimana dengan versi dingin yang menyegarkan saat cuaca terik? Apakah khasiatnya setara atau justru berbeda?

Sebagai pilihan hidrasi, teh dingin tanpa pemanis adalah opsi yang sangat baik. Suhu dinginnya terasa lebih menggoda, terutama saat cuaca panas atau setelah berolahraga, sehingga mendorong seseorang untuk minum lebih banyak cairan. 

"Es teh bisa menjadi minuman yang menyegarkan dan menghidrasi, terutama selama bulan-bulan yang lebih hangat," kata ahli gizi di JM Nutrition, Carlyne Remedios, RD, MSc.

Selain untuk hidrasi, minuman ini juga memasok antioksidan yang bermanfaat menekan stres oksidatif, penyebab berbagai penyakit kronis. 

"Tergantung pada jenis tehnya, teh menyediakan senyawa tanaman yang bermanfaat seperti polifenol, yang memiliki sifat antioksidan," jelas ahli gizi dan pemilik layanan konseling nutrisi The Mindful Chow, Janice Chow, MS, RD.

Seduhan teh panas memiliki khasiat hidrasi yang sama baiknya karena temperatur tidak memengaruhi proses penyerapan cairan. Namun, uap panas pada teh hangat membantu meredakan gejala kurang enak badan.

 "Jika kamu menderita pilek atau sakit tenggorokan, kehangatannya membantu mengencerkan lendir dan meredakan hidung tersumbat," ujar Chow.

Secara nutrisi, versi panas sedikit lebih unggul karena suhu tinggi mampu mengekstraksi flavonoid dan polifenol lebih efektif. 

Selain itu, teh panas memberikan ketenangan batin. "Banyak orang merasa minum teh panas menenangkan dan merilekskan, menjadikannya bagian yang menyenangkan dari rutinitas harian," ucap Chow.

 "Teh panas juga dapat mendorong orang untuk melambat dan lebih sadar saat minum, yang dapat meningkatkan pengalaman secara keseluruhan," imbuhnya.

Meski teh panas menarik lebih banyak senyawa, bukan berarti es teh adalah pilihan buruk. Keduanya sama-sama sehat selama diproses dengan benar dan tanpa pemanis tambahan. 

"Perbedaan nutrisi antara teh panas dan es teh umumnya kecil ketika keduanya diseduh dari daun teh asli, tidak ada yang mengandung gula atau sirop tambahan dalam jumlah signifikan, dan varietas teh yang sebanding sedang dibandingkan," tutur Remedios.

Yang terpenting adalah konsistensi hidrasi. "Pertimbangkan preferensi pribadi, cuaca atau iklim, dan seberapa besar kemungkinan kamu meminumnya secara teratur. Beberapa orang lebih menyukai es teh untuk penyegaran, sementara yang lain menikmati kenyamanan minuman hangat," kata Chow. 

"Pada akhirnya, pilihan terbaik adalah yang sesuai dengan gaya hidup kamu dan membantu kamu tetap terhidrasi secara konsisten," lanjutnya.

Satu hal yang perlu diwaspadai adalah takaran pemanis. "Asupan gula berlebih dapat berkontribusi pada lonjakan gula darah, penambahan berat badan, dan peningkatan risiko penyakit kronis, yang berpotensi menghilangkan beberapa manfaat teh," kata Remedios. Sebagai alternatif alami, Anda bisa menambahkan perasan lemon, jeruk, jahe, kayu manis, atau daun mint segar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index