JAKARTA — Emiten pengelola gerai Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT), terus menggenjot ekspansi internasional dengan melakukan perombakan struktur kepemilikan bisnis luar negeri yang mencakup operasi di Filipina dan Bangladesh.
Langkah ini dijalankan melalui anak usaha di Singapura, Alfamart Retail Asia Pte. Ltd. (ARA), yang berfungsi sebagai kendaraan utama dalam pengembangan bisnis global.
Berdasarkan keterbukaan informasi pada Rabu (17/6/2026), ARA berencana meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh lewat penerbitan saham baru yang seluruhnya akan diambil oleh Glory Worldwide Investment Pte. Ltd. (GWI).
- Baca Juga Raih GCG Awards 2026, PNM Layani 23,
Dana dari aksi korporasi ini akan digunakan untuk membeli 10% saham Alfamart Trading Philippines Inc. (ATP) serta mengakuisisi 70% saham Alfamart Trading Bangladesh Ltd. (ATB) dari GWI.
Manajemen AMRT menyatakan bahwa rangkaian transaksi tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi perusahaan di pasar global, sekaligus mengintegrasikan aset dan kegiatan usaha internasional di bawah naungan ARA.
Melalui transaksi ini, AMRT akan memperluas eksposur pada pasar ritel Filipina yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan menjanjikan seiring peningkatan konsumsi domestik dan urbanisasi.
Di sisi lain, akuisisi 70% saham ATB bertujuan memperluas basis bisnis di Asia Selatan yang memiliki populasi besar.
Perseroan menilai integrasi bisnis Filipina dan Bangladesh ke dalam satu payung usaha akan menciptakan efisiensi manajemen, memperkuat koordinasi operasional, serta meningkatkan fleksibilitas pendanaan untuk ekspansi internasional berikutnya.
"Selain itu, struktur kepemilikan yang lebih terbuka di ARA diharapkan memperluas akses terhadap dukungan strategis dan sumber pendanaan eksternal," papar manajemen AMRT.
AMRT menambahkan, langkah ini memungkinkan perusahaan mengelola risiko ekspansi global secara lebih terukur dengan tetap menjaga pengaruh signifikan terhadap arah strategis bisnis internasional.
Dalam jangka panjang, perseroan berharap langkah ini dapat memperkuat posisi keuangan konsolidasi melalui pertumbuhan ekuitas dan sinergi pendapatan dari luar negeri.