JAKARTA - PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) berhasil mengamankan dukungan dari deretan investor global kelas atas menjelang bergulirnya agenda pencatatan perdana saham atau IPO di bursa Hong Kong (HKEX).
Sejumlah korporasi raksasa semacam Glencore, Trafigura, Mercuria, hingga kalangan penanam modal finansial berskala internasional dikabarkan telah menyatakan komitmen resmi sebagai cornerstone investor di dalam aksi penawaran saham tersebut.
Presiden Direktur Merdeka Gold Resources Boyke P. Abidin memberikan penilaian bahwasanya kehadiran jajaran investor global itu menjadi cerminan nyata dari tingginya level kepercayaan pasar internasional terhadap mutu kualitas aset sekaligus prospek pertumbuhan jangka panjang milik perseroan.
- Baca Juga Raih GCG Awards 2026, PNM Layani 23,
“Komitmen investor global dalam transaksi ini mencerminkan kepercayaan terhadap kualitas Tambang Emas Pani, kemampuan eksekusi Perseroan, serta prospek pertumbuhan jangka panjang yang kami miliki,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (17/6/2026).
Komponen investor primer di dalam transaksi korporasi ini terbentuk atas kolaborasi pelaku industri strategis dan lembaga keuangan global. Dari lini industri, tercatat nama Wanguo Gold Group Limited, CNGR (Hong Kong Material Science & Technology) Co. Limited, Mercuria Holdings (Singapore) Pte. Ltd., Trafigura Pte. Ltd., Glencore International AG, serta pihak Intera Mining Investment Limited yang status kepemilikannya penuh di bawah kendali JCHX Mining Management Co. Ltd.
Di lain pihak, kelompok investor keuangan yang turut ambil bagian di antaranya meliputi Ping An of China Asset Management (Hong Kong) Company Limited, GF (Guangfa) Fund Management Co., Ltd., Eurus Holdings SPC yang berafiliasi dengan korporasi ORIX, Dymon Asia Multi-Strategy Investment Master Fund, beserta pihak Wind Sabre Fund SPC.
Pihak EMAS dijadwalkan bakal mengawali tahapan proses bookbuilding kepada kelompok investor institusi internasional terhitung sejak tanggal 17 Juni sampai dengan 23 Juni 2026.
Menjelang bergulirnya masa pemasaran itu, jajaran cornerstone investor dilaporkan sudah berkomitmen penuh guna menyerap persentase sebesar 49,9% dari total volume saham yang ditawarkan pada skema penawaran dasar, yang mana angka tersebut hampir menyentuh batas paling maksimal yang diizinkan oleh regulasi pencatatan di lingkungan HKEX.
Secara akumulatif, agenda penawaran global tersebut merepresentasikan porsi berkisar 7% dari jumlah modal ditempatkan milik Perseroan sesudah eksekusi opsi greenshoe.
Seluruh unit saham yang ditawarkan berstatus sebagai saham sekunder kepunyaan dari investor minoritas. D
i sisi berbeda, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) selaku pemegang saham pengendali dipastikan tidak akan melepas porsi kepemilikannya dan tetap mempertahankan status seluruh kepemilikan saham strategisnya di dalam tubuh Merdeka Gold Resources.
Mengalirnya dukungan masif dari pemodal global ini dinilai tidak lepas dari cemerlangnya prospek Tambang Emas Pani di Gorontalo, yang pada saat ini berstatus sebagai salah satu proyek emas skala paling masif yang tengah digarap di kawasan Asia.
Lokasi tambang tersebut sukses menorehkan rupa capaian krusial semenjak EMAS melantai di Bursa Efek Indonesia pada periode 2025 lalu, termasuk di antaranya keberhasilan aktivitas first gold pour pada bulan Februari 2026 dan penjualan komoditas emas perdana pada Maret 2026.
Hingga penghujung tahun 2025, Tambang Emas Pani terdata mengantongi sumber daya mineral menyentuh angka 7 juta ounces emas beserta cadangan bijih mencapai 5,2 juta ounces emas.
Pihak perseroan pun mempublikasikan adanya tambahan berkisar 445.000 ounces emas yang diperoleh dari hasil pengerjaan pengeboran paling mutakhir di wilayah Prospek Kolokoa, dengan lokasi berjarak sekitar 1 kilometer dari area pit utama Pani.
Melalui akumulasi tambahan tersebut, total estimasi untuk sumber daya mineral di Tambang Emas Pani merangkak naik menuju posisi kisaran 7,4 juta ounces emas.
Pihak perseroan saat ini juga tengah menggulirkan program kegiatan eksplorasi lanjutan, termasuk pengerjaan pengeboran di bawah area desain pit utama serta wilayah Lone Pine yang dijadwalkan bakal berjalan pada semester II/2026.
Lewat implementasi rencana pengembangan secara bertahap, level kapasitas pengolahan di Tambang Emas Pani ditargetkan mampu melonjak hingga menyentuh 22 juta ton per tahun pada periode 2028 nanti.
Manuver ekspansi tersebut diproyeksikan sanggup mendongkrak angka produksi emas tahunan di masa puncak hingga berada di kisaran 545.000 ounces.
Di samping ditopang oleh skala sumber daya yang melimpah, proyek tambang ini juga diprediksi mengantongi postur struktur biaya yang kompetitif berbekal estimasi life-of-mine all-in sustaining cost (AISC) sebelum potongan royalti pemerintah di angka US$794 per ounces.
Rencana aksi IPO di bursa HKEX ini dikawal penuh oleh lembaga UBS serta CITIC Securities yang bertindak selaku sponsor utama. Adapun pihak Morgan Stanley, HSBC, CICC, serta Macquarie mengemban peran sebagai Joint Overall Coordinators, Joint Global Coordinators, sekaligus Joint Bookrunners. Sederet lembaga perbankan internasional lainnya semacam DBS, Mizuho, OCBC, UOB Kay Hian, Société Générale, Natixis, beserta Crédit Agricole ikut berpartisipasi mengawal jalannya proyek selaku Joint Bookrunners dan Lead Managers.