Kemendikdasmen

Kemendikdasmen Pulihkan Sekolah Aceh, Sumut, Sumbar Cepat

Kemendikdasmen Pulihkan Sekolah Aceh, Sumut, Sumbar Cepat
Kemendikdasmen Pulihkan Sekolah Aceh, Sumut, Sumbar Cepat

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bergerak cepat untuk memulihkan aktivitas belajar mengajar di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat setelah sejumlah sekolah terdampak banjir dan tanah longsor beberapa hari terakhir. 

Langkah ini dilakukan demi menjamin kelangsungan pendidikan dan keselamatan peserta didik.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyatakan bahwa koordinasi intensif dengan pemerintah daerah menjadi prioritas utama. Fokusnya adalah memastikan bahwa proses pembelajaran dapat kembali normal setelah kondisi lokasi sekolah dinyatakan aman.

“Pertama kami berkoordinasi dengan pemda untuk memastikan pembelajaran bisa segera dimulai tentu setelah banjir diatasi,” kata Suharti dalam keterangan resmi yang diterima di Bandung, Jawa Barat, Jumat.

Dampak Banjir dan Longsor terhadap Sekolah

Hasil rapat terbatas tingkat menteri di Kantor BNPB Jakarta menunjukkan bahwa puluhan sekolah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengalami kerusakan akibat banjir dan tanah longsor. Kondisi ini membuat kegiatan belajar mengajar tidak memungkinkan untuk berlangsung.

Di Aceh Barat, misalnya, 36 sekolah dilaporkan lumpuh karena terendam banjir. Kerusakan ini tidak hanya mempengaruhi fasilitas fisik, tetapi juga mengganggu kelancaran jadwal belajar siswa dan tenaga pendidik.

Bantuan Sarana Pendidikan

Kemendikdasmen menyiapkan berbagai bantuan untuk mendukung pemulihan pembelajaran. Bantuan tersebut mencakup paket perlengkapan belajar, perangkat pendukung, serta kebutuhan dasar sekolah yang rusak. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses normalisasi kegiatan belajar mengajar di sekolah terdampak.

“Untuk bantuan pembelajaran itu juga segera kami sediakan,” ujar Suharti. Bantuan ini diarahkan agar fasilitas sekolah yang rusak dapat segera diperbaiki dan mendukung kenyamanan siswa dan guru selama proses belajar berlangsung.

Keselamatan Peserta Didik Prioritas Utama

Suharti menekankan bahwa keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik menjadi prioritas utama dalam memutuskan pembukaan kembali sekolah. Sekolah hanya akan dibuka setelah dinyatakan aman oleh tim petugas gabungan, sehingga risiko kecelakaan atau gangguan kesehatan dapat diminimalkan.

Selain itu, Kemendikdasmen juga menginstruksikan Dinas Pendidikan provinsi dan kabupaten/kota untuk melakukan asesmen cepat pada setiap sekolah terdampak. Proses ini mencakup penilaian kebutuhan mendesak, perbaikan infrastruktur ringan, pembersihan fasilitas, serta pengadaan sarana pendukung kegiatan belajar.

Alternatif Pembelajaran bagi Sekolah Terdampak

Untuk sekolah yang tidak terdampak banjir, Kemendikdasmen meminta agar pembelajaran tetap berjalan dengan memanfaatkan metode jarak dekat atau penjadwalan ulang sebagai alternatif sementara. Hal ini bertujuan agar siswa di wilayah terdampak banjir tidak tertinggal dalam proses belajar mengajar.

“Kami terus berkoordinasi agar proses pembelajaran bagi siswa tetap terjamin,” tegas Suharti. Strategi ini mencerminkan upaya kementerian dalam memastikan kontinuitas pendidikan meskipun terjadi bencana alam.

Pemulihan sekolah terdampak juga diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa depan. 

Dengan langkah-langkah proaktif seperti koordinasi lintas lembaga, bantuan sarana pendidikan, serta metode pembelajaran alternatif, Kemendikdasmen berupaya menjaga kualitas pendidikan tetap terjaga di tengah tantangan bencana alam.

Kecepatan respon ini menjadi contoh bagaimana pemerintah pusat dan daerah bekerja sama untuk memastikan hak belajar siswa tetap terpenuhi, sekaligus meminimalkan dampak bencana terhadap proses pendidikan.

Upaya pemulihan ini tidak hanya terbatas pada perbaikan fisik sekolah, tetapi juga mencakup pengaturan jadwal belajar, distribusi bantuan pendidikan, dan pengawasan langsung terhadap kondisi lapangan. Semua langkah ini bertujuan agar siswa dapat kembali belajar dengan aman dan efektif secepat mungkin.

Dengan pendekatan yang komprehensif, Kemendikdasmen berharap proses belajar mengajar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat segera kembali normal, sekaligus memberikan pelajaran penting mengenai kesiapsiagaan pendidikan di daerah rawan bencana.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index