Mulai Pekan Depan, Seluruh KRL Bogor Line Pakai 12 Rangkaian

Kamis, 09 Juli 2026 | 02:07:31 WIB
KAI Pastikan KRL Rute Bogor-Jakarta Kota Hanya Layani SF12 [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberikan konfirmasi bahwa armada commuter line atau KRL untuk rute perlintasan Bogor-Jakarta Kota ke depannya bakal beroperasi penuh menggunakan konfigurasi 12 rangkaian kereta. 

Berdasarkan catatan saat ini, jalur rel yang populer dijuluki red line tersebut di lapangan didapati masih mengoperasikan unit KRL dengan formasi delapan rangkaian (SF8) maupun 10 rangkaian (SF10).

Direktur Utama Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin mengutarakan, kebijakan taktis ini ditempuh sebagai formulasi guna memecah kepadatan volume penumpang di dalam gerbong kereta.

 Apalagi, rute perjalanan Bogor-Jakarta Kota memegang peran sebagai titik simpul utama dengan catatan pergerakan angka mobilitas penumpang paling masif di sepanjang koridor lintasan KRL.

“Jadi Bogor semuanya SF12, tidak ada lagi SF8 dan SF10. Mulai minggu depan,” ujarnya, dikutip pada Kamis (9/7/2026).

Pada dasarnya, infrastruktur Stasiun Bogor dilengkapi oleh delapan jalur peron. Jalur peron 1 dimanfaatkan untuk kebutuhan aktivitas langsir, sedangkan fasilitas peron yang sejauh ini mumpuni mengakomodasi operasional SF12 terbatas hanya pada jalur peron 2, 3, 4, dan 5. 

Di sisi lain, peron untuk jalur 6, 7, dan 8 pada masa sebelumnya cuma dapat menampung rangkaian model SF8.

Sekarang ini, pengerjaan proyek perluasan fasilitas peron untuk lajur jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor dilaporkan sudah memasuki fase penyelesaian (finishing) dan bergulir beriringan dengan agenda uji operasional di lapangan. 

Agenda pengerjaan fisik yang sudah berjalan sejak tanggal 15 April 2026 tersebut ditargetkan dapat rampung seutuhnya pada 15 Juli 2026 mendatang.

Cakupan agenda pengembangan yang dieksekusi meliputi pengerjaan persiapan, elemen struktur serta arsitektur, bagian mechanical, electrical, and plumbing atau MEP, penataan jalan rel, hingga pemasangan sistem listrik aliran atas atau LAA. 

Pihak KAI pun turut memasang sarana overcapping atau atap kanopi pada koridor area peron demi mendongkrak kenyamanan para pelanggan ketika menanti kedatangan KRL, baik di tengah kondisi cuaca terik maupun hujan.

Sebagai instrumen dari penyelesaian rangkaian proyek tersebut, KAI tercatat telah melangsungkan tahapan uji beban menggunakan armada lokomotif pada 29 Juni 2026 lalu, yang kemudian disusul dengan agenda uji coba operasional unit KRL pada 1 Juli 2026. 

Fase krusial ini digulirkan guna menggaransi kesiapan dari aspek keselamatan, faktor keandalan sarana prasarana, serta kelancaran jalannya operasional sebelum fasilitas umum tersebut difungsikan secara maksimal.

Selaras dengan langkah penataan ini, ke depannya bakal diterapkan pula kebijakan pengalihan rute perjalanan yang pada mulanya melayani relasi Nambo-Jakarta Kota dialihkan beralih menjadi rute Nambo-Bogor.

 Dampaknya, bagi kalangan masyarakat dari wilayah Kota yang hendak bepergian menuju ke arah Nambo dipersilakan untuk melakukan transit di area Stasiun Citayam.

Pihak KAI mendata koridor Bogor Line sebagai perlintasan KRL Commuter Line yang menyerap angka pelanggan paling mendominasi. 

Di sepanjang rentang periode Januari–Juni 2026, lintas Bogor Line tercatat telah memfasilitasi pergerakan sebanyak 78,07 juta pelanggan, yang mana data ini memperlihatkan tingginya ketergantungan mobilitas warga Bogor, Depok, serta daerah penyangga sekitarnya terhadap moda transportasi massal berbasis rel tersebut.

Eksistensi fungsi dari lintasan Bogor Line terpantau terus menguat dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan. Pada periode tahun 2022, rute perlintasan ini melayani pergerakan sebanyak 102,05 juta pelanggan. 

Akumulasi data tersebut beranjak naik menyentuh angka 133,04 juta pelanggan pada buku tahun 2023, berlanjut menuju 145,92 juta pelanggan pada periode tahun 2024, serta sukses menembus level 155 juta pelanggan di sepanjang tahun 2025.

Dalam cakupan area rute perlintasan tersebut, Stasiun Bogor menempati posisi sebagai pusat simpul dengan intensitas aktivitas pelanggan paling tinggi. 

Sepanjang kurun waktu Januari–Juni 2026, Stasiun Bogor mencatatkan akumulasi sebanyak 18,45 juta pergerakan dari pelanggan KRL, yang merangkum rincian data sejumlah 9,37 juta pergerakan masuk pintu elektrik (gate in) serta sebanyak 9.080.405 pergerakan keluar (gate out). 

Patokan rata-rata angka pergerakan harian pelanggan di lingkungan Stasiun Bogor berada di kisaran 101.942 orang per harinya.

Terkini