Emiten BACH Targetkan Pendapatan Tumbuh 12 Persen pada 2026

Rabu, 08 Juli 2026 | 00:40:02 WIB
Bach Multi Global Bidik Kenaikan Pendapatan 12 Persen di 2026 [FOTO: NET].

JAKARTA - Perusahaan publik yang bergerak di bidang penyediaan infrastruktur telekomunikasi, PT Bach Multi Global Tbk. (BACH), mematok sikap optimistis bahwa perolehan pendapatan perusahaan bakal merangkak naik sebesar 12% di sepanjang tahun ini.

Direktur Bach Multi Global Hasby Jap menilai bahwa patokan target perolehan pendapatan untuk emiten BACH yang diproyeksikan menembus angka Rp3 triliun pada tahun 2030 mendatang terbilang cukup moderat. 

Menurut penjelasannya, apabila ditinjau secara historis, performa pendapatan BACH konsisten mencatatkan pertumbuhan yang positif dari periode ke periode, seperti pada transisi tahun 2023 ke 2024 yang melesat hingga 40%, serta rentang tahun 2024 ke 2025 yang menguat 25%.

“Jadi target 12% itu sangat moderat,” ucap Hasby, Rabu (8/7/2026).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BACH Budi Kurniawan mengungkapkan bahwa internal manajemen merasa yakin dapat merealisasikan bidikan target pendapatan senilai Rp3 triliun pada tahun 2030 nanti. 

Berdasarkan kacamata pertumbumbuhan ekonomi nasional, ia menilai lini bisnis di sektor telekomunikasi masih menyimpan ruang lebar untuk terus berkembang lantaran posisinya sudah bergeser menjadi salah satu kebutuhan mendasar bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Dengan background yang kami punya, order yang kami punya, kami optimis [pendapatan tumbuh],” ujarnya.

Sebagai informasi tambahan, jajaran manajemen BACH memasang target untuk mencetak performa pertumbuhan bisnis yang berjalan secara berkelanjutan. 

Merujuk pada kalkulasi proyeksi yang disusun pihak manajemen, kantong pendapatan perseroan diperkirakan bakal meroket dari kisaran angka Rp1,73 triliun di periode tahun 2025 menuju ke level di atas Rp3 triliun pada tahun 2030, dengan rata-rata grafik pertumbuhan berada di kisaran 12% per tahunnya.

Dalam rentang waktu yang serupa, porsi perolehan laba bersih perusahaan ikut diproyeksikan melonjak tajam hingga menyentuh angka kisaran Rp401 miliar, atau mencatatkan kenaikan sekitar 158%.

 Lompatan kinerja ini bakal disokong kuat oleh agenda ekspansi pada lini bisnis power solution, eskalasi pengerjaan proyek-proyek infrastruktur telekomunikasi, langkah efisiensi di pos operasional, hingga terpangkasnya beban keuangan perseroan pascatuntasnya proses IPO.

Hingga saat ini, emiten BACH telah mengantongi portofolio rekam jejak operasional selama lebih dari 20 tahun. Korporasi ini tercatat mengarsiteki lebih dari 40.000 site, mendistribusikan lebih dari 20.000 unit pasokan genset, serta memberikan pelayanan kepada lebih dari 200 mitra pelanggan korporasi yang berasal dari beragam sektor usaha strategis, mulai dari korporasi telekomunikasi, industri perbankan, sektor energi, hingga lembaga pemerintahan.

Terkini