KemenPPPA Ajak Generasi Muda Aktif Hadapi Krisis Iklim

Senin, 06 Juli 2026 | 18:43:01 WIB
Anak dan Orang Muda Didorong Jadi Penggerak Atasi Krisis Iklim [FOTO: NET].

JAKARTA – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memotivasi anak-anak dan generasi muda untuk meningkatkan pemahaman serta terlibat langsung dalam mengatasi krisis iklim lewat langkah-langkah konkret dalam merawat alam.

"Anak Indonesia bukan hanya penerus bangsa. Kalian adalah pencipta solusi, penggerak perubahan, dan penjaga masa depan bumi. Anak-anak perlu dibekali pengetahuan dan didorong untuk mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan sejak usia dini," kata Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah I KemenPPPA Devy Nia Pradhika dalam sebuah webinar di Jakarta, Senin (06/07/2026).

Ia menilai, anak-anak bukan sekadar pihak yang merasakan imbas negatif dari perubahan iklim, melainkan mempunyai posisi strategis untuk menghadirkan jalan keluar.

Devy Nia Pradhika memaparkan bahwa krisis iklim sudah memicu efek yang konkret bagi kehidupan anak, seperti banjir yang menghambat proses sekolah, cuaca ekstrem, kekeringan, hingga polusi lingkungan yang mengancam kesehatan serta area bermain mereka.

Oleh sebab itu, merawat kelestarian lingkungan sama saja dengan memproteksi hak anak agar dapat hidup sehat, menuntut ilmu dengan tenang, bermain secara aman, serta berkembang dengan maksimal.

"Indonesia memiliki sekitar 79 juta anak, hampir sepertiga dari seluruh penduduk Indonesia. Artinya, suara kalian sangat penting. Di tingkat dunia, UNICEF memperkirakan sekitar satu miliar anak hidup di wilayah yang sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim. Angka ini menunjukkan bahwa krisis iklim bukan hanya persoalan orang dewasa, tetapi juga persoalan anak-anak dan generasi muda di seluruh dunia," kata Devy Nia Pradhika.

Ia menitipkan pesan supaya anak-anak serta generasi muda tidak merasa ciut dalam menghadapi perubahan iklim.

 Sebaliknya, mereka dituntut untuk memimpin pergerakan lewat tindakan-tindakan simpel, seperti menekan pemakaian plastik sekali pakai, memisahkan jenis sampah, menghemat pemakaian air dan listrik, menanam pohon, hingga mengedukasi kawan serta keluarga untuk melakukan gerakan serupa.

Devy pun menginginkan agar webinar tersebut mampu memantik keberanian dalam diri anak-anak untuk peduli dan ikut serta merawat bumi.

"Jangan pernah menganggap tindakan kecil itu tidak berarti. Karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama-sama. Mari kami buktikan bahwa anak-anak dan orang muda Indonesia bukan sekadar pewaris bumi ini, tetapi juga penjaga bumi. Karena ketika kalian menjaga alam sesungguhnya kalian sedang menjaga masa depan kalian sendiri," kata Devy Nia Pradhika.

Terkini