DPR Soroti Keselamatan Warga & Petugas Kebakaran TPA Jatiwaringin

Minggu, 05 Juli 2026 | 14:04:31 WIB
Kebakaran TPA Jatiwaringin: Anggota DPR Minta Warga Diprioritaskan [FOTO: NET].

JAKARTA - Daniel Johan selaku Anggota Komisi IV DPR RI merasa cemas terhadap kondisi kesehatan serta keselamatan warga yang tinggal di sekeliling area kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten.

 Politisi dari PKB tersebut mendesak pihak pemerintah untuk memberikan atensi khusus pada keselamatan warga, terutama kelompok usia balita hingga lansia.

"Kami minta pemerintah baik pusat dan daerah dan BNPB pastikan dulu keselamatan masyarakat jadi prioritas utama dan pastikan pasokan masker serta layanan kesehatan benar-benar sampai ke warga yang paling rentan, terutama balita dan lansia," kata Daniel, saat dihubungi, Sabtu (4/7/2026)

Dirinya memberikan perhatian lebih pada ancaman penyakit ISPA akibat dari peristiwa kebakaran yang sampai saat ini belum juga dapat dijinakkan.

"Yang paling saya khawatirkan sekarang bukan lagi soal apinya saja, tapi dampak kesehatan warga sekitar, sudah ada puluhan warga kena ISPA. Ini alarm serius," ujar dia.

Di samping itu, dirinya turut memberikan apresiasi kepada segenap petugas yang terus berjuang memadamkan kobaran api di TPA Jatiwaringin. Daniel juga menekankan pentingnya aspek keselamatan bagi para petugas yang terjun di lapangan.

"Tapi, kondisi bara api yang masih ada di kedalaman 20-30 meter dengan potensi ledakan gas metana itu sangat berbahaya, jangan sampai keselamatan petugas dikorbankan. Perlu ada rotasi personel yang jelas dan alat pelindung yang memadai," ujar dia.

Ia menambahkan bahwa Komisi IV DPR bakal terus mengawal proses penanganan masalah ini, termasuk mengevaluasi manajemen tata kelola sampah di TPA Jatiwaringin untuk masa mendatang. Langkah ini ditegaskan agar peristiwa serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.

"Perlu keseriusan dalam mengelola sampah ini, kami rasa jika pemerintah punya politicalwill dalam penanganan sampah ini harusnya bisa selesai, negara lain saja bisa memanfaatkan sampah jadi listrik hingga menjadi produk nilai tambah sampai zero waste," tutur dia.

Seperti yang telah diwartakan sebelumnya, insiden kebakaran di TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, terpantau sudah berlangsung selama lima hari dan belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Kejadian ini juga menyimpan risiko memicu terjadinya ledakan.

"Di bagian atas terlihat sudah padam, tetapi di bagian bawah masih ada apinya. Karena mengandung gas metana (CH4), terdapat potensi ledakan juga," ucap Wamen LHK Diaz Faizal Malik Hendropriyono ketika meninjau TPA Jatiwaringin, Sabtu.

Kemungkinan terjadinya ledakan dipicu oleh keberadaan sisa bara api yang masih aktif di kedalaman sekitar 20 sampai 30 meter di bawah tumpukan sampah yang menggunung. 

Sisa bara tersebut sukar dipadamkan lantaran bereaksi dengan gas metana yang dihasilkan sampah, serta berisiko kian membesar jika terembus angin kencang.

Oleh sebab itu, sejumlah alat berat semisal ekskavator turut diterjunkan langsung ke tengah-tengah lokasi tumpukan sampah yang masih tampak mengepulkan asap. 

Ekskavator tersebut difungsikan untuk membongkar gunungan sampah yang mengeluarkan asap putih, guna melacak titik persis bara api yang menyala agar bisa secepatnya dipadamkan.

Hingga saat ini, area TPA yang hangus terbakar diperkirakan telah mencapai sekitar 15 hektar dari total keseluruhan wilayah yang seluas 33 hektar.

 Diaz menyebutkan bahwa Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pun telah merilis peringatan dini mengenai fenomena El Nino yang diprediksi akan bertambah parah sejak bulan Juli hingga September.

"Artinya, kami harus antisipasi potensi kebakaran di ratusan TPA lain di seluruh Indonesia," ucap Diaz.

Terkini