IHSG Hari Ini Melaju ke Level 5.850 pada Pembukaan Pagi

Jumat, 03 Juli 2026 | 23:43:02 WIB
IHSG Dibuka Menguat ke 5.850 Didorong Dana Pemerintah [FOTO: NET].

JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) mencatatkan performa positif saat dibuka pada sesi perdagangan Jumat (3/7/2026). Pergerakan indeks komposit sempat dibayangi oleh pelemahan pada beberapa saham big caps seperti BBCA, BBRI, hingga TLKM.

Mengacu pada data IDX Mobile, IHSG terangkat sebesar 1,84% atau bertambah 105 poin menuju posisi 5.850. Aktivitas pasar dimulai dengan volume perdagangan sebanyak 3,2 juta saham serta torehan kapitalisasi pasar yang menyentuh Rp10.252 triliun.

Ketika perdagangan hari ini resmi dimulai, tercatat ada 445 saham yang bergerak di zona hijau, 126 saham terperosok ke zona merah, dan 382 saham lainnya bergeming di posisi yang sama.

Beberapa saham yang memiliki bobot besar terhadap indeks secara serentak mengawali perdagangan di area penguatan. Di antaranya adalah BBCA yang terapresiasi 2,16% menjadi Rp5.925, BREN melesat 3,69% menuju Rp3.370, DCII terangkat 3,05% ke posisi Rp186.000, serta BBRI yang naik 1,12% ke level Rp2.720. Di sisi lain, BYAN justru tergelincir 0,43% menuju Rp11.600.

Pada sesi penutupan perdagangan Kamis (2/7/2026), IHSG telah lebih dulu membukukan kenaikan sebesar 0,87% ke level 5.744. Kala itu, sebanyak 418 saham mengakhiri hari dengan penguatan, 230 saham melemah, dan 311 saham berakhir stagnan.

Aksi reli IHSG kemarin merupakan tren naik untuk kedua kalinya secara berturut-turut pascapenutupan hari Rabu. Pada periode akhir Juni 2026, IHSG kerap kali berakhir di zona merah. 

Dampaknya, sekalipun mampu menguat dalam dua hari perdagangan terakhir, posisi indeks komposit saat ini sejatinya masih memperlihatkan penurunan sebesar 2,37% dalam kurun waktu sepekan, atau menyusut 6,25% dalam jangka waktu sebulan ke belakang.

Tim riset dari Stockbit Sekuritas berpandangan bahwa kebijakan pemerintah yang menyuntikkan dana hingga triliunan rupiah ke bank-bank pelat merah (Himbara) menjadi katalis positif bagi pasar.

Seperti diinformasikan sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan pada Jumat (26/6) bahwa pihak pemerintah bakal kembali menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke kelompok Himbara demi memelihara kondisi likuiditas perbankan nasional. Menurut perhitungan para analis, tambahan suntikan dana segar ini berpotensi mendongkrak total dana SAL milik pemerintah di Himbara hingga menyentuh angka Rp400 triliun.

"?Kami menilai bahwa perkembangan ini positif bagi saham–saham big banks, terutama Himbara, mengingat Net Interest Margin (NIM) akan mendapatkan dukungan dari sisi Cost of Fund di tengah tantangan untuk menaikkan lending yield pasca kenaikan BI Rate akibat kompetisi yang intens di segmen korporasi dan belum optimalnya pertumbuhan segmen konsumer dan UMKM," tulis analis.

Terkini