Atasi Sampah Organik, Pemprov DKI Jakarta Siapkan Program Eco-Farm

Jumat, 03 Juli 2026 | 21:33:31 WIB
Pemprov DKI Bakal Manfaatkan Maggot Jadi Pakan Ternak di Eco-Farm [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini sedang merancang program eco-farm guna mengatasi persoalan krisis sampah organik. Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, menjabarkan bahwa program ini disiapkan untuk mendayagunakan maggot (belatung) sebagai agen pengurai sampah, yang mana hasil akhirnya bakal dimanfaatkan untuk pakan hewan ternak.

"Sebentar lagi penanganan organik ini kami akan membuat semacam eco-farm atau eco-ranch yang memang semua konsumsi segala macamnya itu dimulai dari apa yang ditimbulkan dari sampah-sampah organik yang ada di Jakarta," kata Dudi dalam diskusi di acara Jakarta Eco Future Festival 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Menurut pandangan Dudi, perumusan ekosistem eco-farm tersebut tidak dapat direalisasikan oleh Pemprov DKI sendirian. 

Volume sampah Jakarta yang menyentuh angka 9.000 ton per hari memerlukan kerja sama dengan bermacam elemen, termasuk barisan komunitas pegiat lingkungan di Jakarta guna mengeksekusi proses pengolahannya.

Dudi menguraikan, mekanisme eco-farm ini bakal mengombinasikan perputaran rantai makanan alami yang diawali dari proses penanganan sampah memanfaatkan maggot.

"Itu gampang saja kok. Jadi sampah organik nanti buat makan maggot gitu kan, maggotnya itu nanti menjadi pakan ikan dan juga pakan ayam di atasnya. Terus kotoran ayam turun, dimakan maggot lagi," ucap Dudi.

Walaupun formulasinya terdengar simpel, Dudi mengakui jajarannya masih perlu mengkaji lebih mendalam perihal standar operasional higienitas serta keamanan dari siklus itu sebelum diaplikasikan secara masif. Terkhusus, pada aspek yang berkaitan dengan keamanan pakan ternak.

"Cuma ada mekanisme yang harus saya pelajari lagi sehingga si maggotnya itu katanya harus dicuci dulu atau apa dulu gitu kan, sehingga bisa dikonsumsi mengganti sebagai pakan ternak ayam, masih dipelajari dulu juga, " ujar dia.

Dudi pun memastikan bahwa langkah eco-farm ini bukan sebatas angin surga atau gimik semata. Untuk saat ini, skema pengembangan program tersebut tengah diformulasikan oleh jajaran Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. 

Saat ini, DLH bakal mengawali program lewat pembuatan model dalam skala mini sebagai percontohan, sebelum meluncurkan program tersebut secara menyeluruh.

"Ini yang lagi dibikin sama kami, kami susun. Tapi ini untuk percontohan, saya nggak ngomong gimik lah, tapi untuk skala kecilnya kami bangunkan. Itu akan kami bangunkan tapi baru skala kecil kayak semacam modeling aja," ungkap Dudi.

Pihak Pemprov juga bakal mengeksekusi program eco-farm ini secara mandiri guna merawat fokus utama kegiatan, yakni melenyapkan volume sampah organik lewat jalur biologis dengan akselerasi tinggi, tanpa harus terhambat oleh sekat birokrasi.

"Intinya buat kami di LH itu adalah bagaimana memusnahkan sampah secara biologis dan ada nilai ekonomisnya gitu kan. Tapi kalau kami pindahkan ke SKPD lain, takutnya ada regulasi aturan lain gitu kan yang bukan intinya memusnahkan sampah. Makanya sementara ini akan kami sendiri sebagai off-taker-nya dulu gitu," tutur Dudi.

Kendati demikian, Dudi mengonfirmasi belum dapat membeberkan waktu pasti kapan program eco-farm ini bakal resmi dirilis.

Namun, ia menggarisbawahi bahwa DLH sudah mengantongi tenggat waktu darurat mengenai penghentian metode pembuangan sampah terbuka di Bantargebang, yang bakal diposisikan sebagai titik awal bergulirnya program pengelolaan sampah tersebut.

"Kalau target sih pastinya kapan belum ada, karena kami masih proses semua. Tapi yang pasti, di 1 Agustus ini saya harus ada gerakan yang cukup signifikan," tutupnya.

Terkini