Presiden Belarus Dorong Penerbangan Langsung ke Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 18:25:31 WIB
Lukashenko Sambut Rencana Pembukaan KBRI di Belarus [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Belarus Alexandr Lukashenko menyambut positif rencana pembukaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Belarus. 

Menurutnya, kebijakan tersebut bakal memperkokoh ikatan antarmasyarakat kedua negara, termasuk lewat peningkatan kunjungan turis, penyediaan penerbangan langsung, serta kemudahan akses visa.

Pernyataan tersebut disampaikan Lukashenko sewaktu memberikan keterangan pers bersama (joint press statement) dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026). Lukashenko mengutarakan Belarus berharap makin banyak pelancong dari negaranya berwisata ke Indonesia sesudah hubungan bilateral kedua negara kian erat.

"Kami gembira apabila wisatawan dari Belarus semakin banyak berkunjung ke Indonesia. Saya berterima kasih kepada Bapak Presiden atas rencana pembukaan Kedutaan Indonesia di Belarus," ujar Lukashenko.

Baginya, eksistensi kantor perwakilan diplomatik Indonesia di Minsk bakal menjadi pilar krusial bagi penguatan hubungan kedua negara, tidak cuma pada sektor politik dan ekonomi, tetapi juga dalam interaksi antarwarga.

Lukashenko pun berharap hubungan yang kian karib tersebut dapat diikuti lewat pembukaan jalur penerbangan langsung yang menghubungkan Indonesia dan Belarus. Ia menilai konektivitas udara bakal menjadi elemen krusial demi memacu mobilitas masyarakat, pelaku bisnis, maupun pelancong dari kedua negara.

"Kami berharap akan ada pembukaan penerbangan langsung ke Belarus sehingga warga negara kami akan semakin banyak yang berkunjung ke Indonesia," katanya.

Di samping itu, Presiden Belarus menyatakan pemerintahnya menyambut baik pemberian kemudahan perjalanan, termasuk lewat kebijakan bebas visa yang diproyeksikan mampu mendongkrak laju pertumbuhan sektor pariwisata.

"Bagi masyarakat Belarus, Indonesia merupakan tujuan yang sangat menarik untuk dikunjungi. Delegasi kami memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kunjungan wisata. Pembukaan Kedutaan Indonesia di Belarus and nantinya kebijakan bebas visa akan mempermudah warga Belarus berkunjung ke Indonesia," ujarnya.

Lukashenko menilai bermacam inisiatif tersebut merupakan lompatan besar dalam memperkukuh ikatan bilateral yang selama ini terus bertumbuh. Ia mengapresiasi kerja keras delegasi kedua negara yang telah membedah beragam peluang kerja sama secara transparan.

"Ini merupakan langkah besar. Delegasi kami bekerja sangat solid dalam membahas banyak hal. Kami tidak memiliki sesuatu yang tertutup dan kami terbuka membahas berbagai peluang kerja sama yang ada," katanya.

Menurut Lukashenko, progres hubungan Indonesia dan Belarus tidak lepas dari andil Presiden Prabowo Subianto terhadap penguatan kemitraan kedua negara.

"Semua ini dimungkinkan berkat energi dan dukungan Bapak Presiden terhadap pengembangan kerja sama antara Belarus dan Indonesia. Kami mengucapkan terima kasih dan sangat menghargai persahabatan yang telah terjalin," tandas Lukashenko.

Pertemuan bilateral Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Lukashenko pada Kamis (2/7/2026) melahirkan bermacam kesepakatan strategis, meliputi penandatanganan tujuh nota kesepahaman (MoU) serta adopsi peta jalan kerja sama Indonesia–Belarus periode 2026–2030. 

Kedua negara juga bermufakat memperlebar kolaborasi pada sektor perdagangan, industri, investasi, teknologi, kesehatan, ketahanan pangan, hingga penguatan jalinan antarmasyarakat lewat peningkatan konektivitas dan diplomasi.

Terkini