Proyeksi Harga Emas Hari Ini 2 Juli 2026: Berpeluang Menguat

Kamis, 02 Juli 2026 | 01:00:01 WIB
Sinyal Teknikal Positif, Harga Emas Diproyeksi Naik Hari Ini [FOTO: NET].

JAKARTA — Harga emas diperkirakan bergerak naik pada perdagangan Kamis (2/7/2026) sejalan dengan menguatnya indikator teknikal serta peningkatan potensi permintaan aset aman (safe haven).

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengungkapkan pergerakan komoditas logam mulia ini mulai memperlihatkan struktur mendaki (bullish) setelah sanggup mempertahankan zona support krusial pada level US$4.025 per troy ounce. 

Titik tersebut dinilai sukses meredam tekanan jual sekaligus memantik kembali minat beli para pelaku pasar.

Menurut pandangannya, bertahannya harga di atas zona tersebut mengindikasikan bahwa pembeli (buyer) mulai memegang kendali pasar. 

Kondisi ini kian dipertegas oleh kemunculan pola higher low, yang mengindikasikan titik terendah teranyar berada di posisi yang lebih tinggi ketimbang titik terendah sebelumnya.

"Selama harga mampu bertahan di atas level support US$4.025 per troy ounce, peluang penguatan masih cukup besar. Area tersebut menjadi level penting yang perlu diperhatikan trader sebagai penentu arah pergerakan berikutnya," ujar Geraldo dalam risetnya, Kamis (2/7/2026).

Berkat struktur harga yang kian membaik, Dupoin Futures memproyeksikan emas memiliki peluang untuk menguji titik resistance pertama pada posisi US$4.115 per troy ounce. 

Jika level tersebut berhasil ditembus dengan sokongan volume transaksi yang melonjak, harga diestimasi bakal melanjutkan tren kenaikan menuju US$4.168 per troy ounce.

Dari sudut pandang teknikal, indikator Moving Average (MA) 21 dan MA 34 yang mulai beralih peran menjadi dynamic support turut mengonfirmasi sinyal positif. 

Pergeseran fungsi ini mengindikasikan bahwa momentum aksi beli mulai mendominasi pasar setelah sebelumnya sempat didera tekanan jual.

Indikator stochastic pun ikut memperkuat konfirmasi penguatan tersebut. Selepas sempat singgah di zona jenuh jual (oversold), grafik indikator ini berbalik menanjak dan membentuk pola bullish crossover, sebuah kondisi yang lazimnya menjadi sinyal atas menguatnya momentum beli dalam jangka pendek.

Prospek tren kenaikan emas ini juga disokong oleh faktor fundamental. Kian tingginya ketidakpastian ekonomi global serta risiko geopolitik berpotensi memicu gelombang permintaan terhadap aset aman, termasuk emas.

Di samping itu, arah pergerakan mata uang dolar Amerika Serikat terus menjadi fokus para pelaku pasar. 

Pelemahan nilai tukar dolar AS berpotensi membuka celah bagi kenaikan harga emas, khususnya jika pasar mulai memprediksi Federal Reserve bakal mengambil kebijakan moneter yang cenderung lebih longgar (akomodatif).

Pada sisi yang lain, penurunan tingkat imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat ikut mendongkrak daya pikat emas. 

Saat yield obligasi merosot, biaya peluang (opportunity cost) untuk mengoleksi emas menjadi lebih rendah, sehingga minat para pemodal terhadap logam mulia cenderung terangkat.

Kendati demikian, para pelaku pasar tetap bersikap mencermati sederet rilis data ekonomi Amerika Serikat, mulai dari angka inflasi, kondisi pasar tenaga kerja, hingga aktivitas di sektor manufaktur dan jasa. 

Berbagai data tersebut diperkirakan bakal mendikte ekspektasi publik terhadap arah kebijakan Federal Reserve sekaligus mengarahkan pergerakan dolar AS serta harga emas.

Terkini