Pemerintah Hadirkan Sekolah Satu Atap di Wilayah 3T

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:43:02 WIB
Perluas Akses Pendidikan, Sekolah Satu Atap Hadir di Daerah 3T [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyediakan layanan Sekolah Satu Atap di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sebagai langkah konkret memfasilitasi pendidikan bermutu yang dapat dijangkau oleh semua kalangan.

"Kami berharap kehadiran Sekolah Satu Atap ini dapat mengatasi berbagai kesenjangan pendidikan di Indonesia" kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat menghadiri Wisuda Ke-17 Universitas Muhammadiyah Babel di Pangkalpinang, Kamis (02/07/2026).

Ia menjelaskan bahwa perluasan Program Sekolah Satu Atap merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto lewat AstaCita ke-4 sekaligus implementasi mandat konstitusi demi memajukan kecerdasan bangsa, guna melahirkan pendidikan berstandar baik yang terbuka bagi seluruh lapisan warga negara.

"Pengembangan Sekolah Satu Atap ini difokuskan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar, agar anak-anak bangsa di daerah 3T ini mendapatkan akses pendidikan bermutu dan berkualitas dengan mudah," ujar Mendikdasmen Abdul Mu'ti.

Menurut pandangannya, saat ini kondisi pendidikan di Indonesia masih dibayangi oleh berbagai macam ketimpangan di daerah-daerah. 

Masalah ketimpangan tersebut tidak melulu berkaitan dengan persoalan jangkauan fasilitas, tetapi juga mengenai standar mutu edukasi.

"Masih banyak anak-anak yang belum memperoleh kesempatan belajar karena keterbatasan ekonomi, kondisi geografis, disabilitas, kemampuan intelektual, maupun faktor sosial dan budaya," kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti.

Guna menanggulangi ketimpangan pendidikan itu, ia menyambung, Kemendikdasmen konsisten menjalankan bermacam-macam terobosan program yang salah satunya diwujudkan lewat Sekolah Satu Atap, sebuah model institusi pendidikan yang memadukan jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA di dalam area yang sama.

"Program Sekolah Satu Atap ini bisa dilakukan di pulau-pulau kecil berpenghuni di Provinsi Kepulauan Babel, agar anak-anak di pulau-pulau terpencil dan desa terpelosok ini mendapatkan akses pendidikan yang baik dan berkualitas," kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti.

Terkini