Kemenbud Ajak Berbagai Lembaga Berkolaborasi Perkuat Budaya Islam

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:12:31 WIB
Menbud Fadli Zon Dorong Sinergi Lintas Sektor Majukan Budaya Islam [FOTO: NET].

JAKARTA — Kementerian Kebudayaan memacu perluasan jalinan kolaborasi dengan bermacam lembaga, institusi, serta komunitas dalam sarana memajukan kebudayaan Indonesia, termasuk di dalamnya penguatan budaya Islam.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengutarakan bahwa proteksi terhadap budaya Islam sejauh ini sudah digulirkan lewat beraneka program pelindungan warisan budaya, baik yang berbentuk benda maupun takbenda.

Pada pilar budaya benda, Kementerian Kebudayaan secara konsisten menyokong pelestarian beragam masjid bersejarah yang statusnya telah ditetapkan sebagai cagar budaya.

Sedangkan pada pilar budaya takbenda, sokongan dialirkan terhadap beraneka rupa bentuk ekspresi budaya Islam yang tumbuh di Indonesia sebagai buah dari proses akulturasi bersama tradisi dan kebudayaan lokal.

Fadli Zon menyampaikan pembuatan wadah salah satunya di sektor sinema lewat Santri Film Festival, di mana Kementerian Kebudayaan menyuguhkan ruang bagi bakat-bakat kreatif di lingkungan pesantren demi mengangkat bermacam narasi, ajaran, dakwah, ataupun dinamika kehidupan pesantren lewat medium film.

“Yang kami buat platformnya itu salah satunya di bidang film, yaitu Santri Film Festival, yang sekarang menjadi bagian dari kegiatan strategis dan prioritas di Dana Indonesia Raya. Karena kami yakin bahwa di pesantren juga cukup banyak talenta-talenta,” ujar Menbud Fadli, dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, pada Rabu.

Bukan cuma perfilman, Kementerian Kebudayaan pun membuka kesempatan pengembangan seni bernuansa Islami, termasuk kasidah, lewat jalur kolaborasi bersama organisasi serta komunitas yang relevan.

Dalam kaitan ini, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan untuk melebarkan sayap kolaborasi dengan bermacam lembaga ataupun institusi, salah satunya bersama Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Pernyataan tersebut dilontarkan Fadli sewaktu melangsungkan pertemuan strategis bersama jajaran Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam MUI di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta.

Di dalam forum tersebut, Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam MUI memaparkan rencana penyelenggaraan Pra-kongres Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) yang mengusung tema "Arah Baru Budaya Islam Indonesia: Budaya Islam sebagai Kekuatan Dakwah, Akar Persatuan, dan Kemajuan Bangsa".

Agenda yang mengumpulkan para seniman, budayawan, ulama, sekaligus tokoh kebudayaan Islam Indonesia dalam balutan ”Maestro Summit” tersebut bakal diselenggarakan pada 18–19 Juli 2026 di Pondok Pesantren Daar El-Qolam, Gintung, Balaraja, Tangerang.

Menbud Fadli menginfokan bahwa Kementerian Kebudayaan mempunyai instrumen pendanaan lewat Dana Indonesia Raya yang dapat dimanfaatkan oleh komunitas, lembaga, maupun organisasi kebudayaan demi menyokong bermacam program strategis.

“Kementerian Kebudayaan mempersilakan Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam MUI mengajukan proposal program sesuai mekanisme yang berlaku, termasuk untuk program penulisan sejarah, penyusunan ensiklopedia, maupun berbagai kegiatan pemajuan kebudayaan lainnya,” tutur Menbud.

Erick Yusuf selaku Wakil Sekjen Bidang Seni Budaya MUI, mengutarakan bahwa pada pergelaran ”Maestro Summit” mendatang turut diharapkan dapat terlaksana penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Kebudayaan dan MUI selaku wujud sinergi program ke depan.

Bukan hanya itu, MUI juga ikut mengundang Menteri Fadli Zon untuk membawakan pidato peradaban sebagai bagian dari perumusan manifesto peradaban Islam Indonesia.

Di samping itu, Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam MUI pun menawarkan sederet ruang kolaborasi kepada Kementerian Kebudayaan, di antaranya pengembangan Festival Film Santri, penelitian sekaligus penulisan sejarah Islam Indonesia, pengembangan seni musik Islami, lomba cipta lagu anak, serta beraneka program penguatan seni budaya Islam.

Sementara dalam pilar literasi serta dokumentasi kebudayaan, telah dirampungkan Ensiklopedi Budaya Islam Indonesia sebanyak tujuh jilid dan berencana meneruskan penyusunan Sejarah Umat Islam Indonesia serta Ensiklopedi Seni Budaya Islam Indonesia yang merekam sekitar 500 unsur budaya Islam dari beraneka daerah di Indonesia.

Terkini