Harga Emas Hari Ini 1 Juli 2026: Antam, Galeri 24, dan UBS Melemah

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:49:31 WIB
Kompak Turun, Cek Rincian Harga Emas Antam hingga UBS 1 Juli 2026 [FOTO: NET].

JAKARTA – Nilai jual emas hari ini, Rabu (1/7/2026), terpantau kompak merosot di pasar domestik. Banderol emas Antam di Logam Mulia menyusut, langkah yang selaras dengan koreksi harga emas yang didistribusikan oleh Pegadaian untuk varian Galeri 24, Antam, serta UBS.

Merujuk pada data di situs resmi Logam Mulia per Rabu (1/7/2026), nilai jual emas Antam tiap gramnya merosot Rp 5.000 menjadi Rp 2.625.000 dari catatan terdahulu sebesar Rp 2.630.000 per gram. 

Pada saat yang sama, nominal buyback emas Antam turut terpangkas Rp 15.000 per gram, dari posisi Rp 2.335.000 menjadi Rp 2.320.000 per gram.

Di sisi lain, harga emas yang dirilis oleh Pegadaian juga memperlihatkan penurunan pada pembaruan di waktu siang. Banderol emas Galeri 24 untuk takaran 1 gram merosot Rp 5.000 ke angka Rp 2.600.000 per gram ketimbang posisi sebelumnya senilai Rp 2.605.000 per gram. 

Sementara itu, nilai jual emas Antam di Pegadaian dengan takaran 1 gram menyusut Rp 6.000 menjadi Rp 2.730.000 per gram dari harga sebelumnya yang bertengger di angka Rp 2.736.000 per gram.

Adapun komoditas emas UBS dengan ukuran 1 gram terkoreksi turun Rp 5.000 menjadi Rp 2.612.000 per gram dari angka sebelumnya Rp 2.617.000 per gram. Untuk takaran 1 gram, nilai buyback emas Galeri 24 menyusut menuju angka Rp 2.437.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp 2.442.000. 

Sementara nominal buyback emas Antam bersama UBS kompak merosot masing-masing di posisi Rp 2.430.000 per gram dari harga sebelumnya Rp 2.435.000 per gram.

Harga emas hari ini 1 Juli 2026

Berikut perincian lengkap nominal emas Antam, Galeri 24, serta UBS per Rabu (1/7/2026).

Harga emas Antam hari ini

0,5 gram: Rp 1.362.500

1 gram: Rp 2.625.000

2 gram: Rp 5.190.000

3 gram: Rp 7.760.000

5 gram: Rp 12.900.000

10 gram: Rp 25.745.000

25 gram: Rp 64.237.000

50 gram: Rp 128.395.000

100 gram: Rp 256.712.000

250 gram: Rp 641.515.000

500 gram: Rp 1.282.820.000

1.000 gram (1 kg): Rp 2.565.600.000

Harga emas Galeri 24 hari ini

0,5 gram: Rp 1.364.000

1 gram: Rp 2.600.000

2 gram: Rp 5.136.000

5 gram: Rp 12.745.000

10 gram: Rp 25.423.000

25 gram: Rp 63.214.000

50 gram: Rp 126.328.000

100 gram: Rp 252.531.000

250 gram: Rp 629.775.000

500 gram: Rp 1.259.548.000

1.000 gram (1 kilogram): Rp 2.519.096.000

Harga emas Antam hari ini di Pegadaian

0,5 gram: Rp 1.418.000

1 gram: Rp 2.730.000

2 gram: Rp 5.398.000

3 gram: Rp 8.071.000

5 gram: Rp 13.416.000

10 gram: Rp 26.775.000

25 gram: Rp 66.807.000

50 gram: Rp 133.531.000

100 gram: Rp 266.981.000

Harga emas UBS hari ini

0,5 gram: Rp 1.412.000

1 gram: Rp 2.612.000

2 gram: Rp 5.183.000

5 gram: Rp 12.807.000

10 gram: Rp 25.480.000

25 gram: Rp 63.573.000

50 gram: Rp 126.885.000

100 gram: Rp 253.671.000

250 gram: Rp 633.990.000

500 gram: Rp 1.266.490.000

Harga emas dunia

Di kancah pasar global, nilai jual emas merangkak naik secara tipis pada sesi penutupan perdagangan Selasa (30/6/2026) waktu setempat atau Rabu (1/7/2026) pagi WIB. 

Kendati demikian, komoditas logam mulia ini membukukan rekor penurunan kuartalan paling ekstrem dalam rentang waktu 13 tahun terakhir akibat proyeksi suku bunga tinggi di Amerika Serikat (AS).

Melansir data dari Reuters, nilai emas di pasar spot bertambah 0,3 persen menjadi 4.027,03 dollar AS per ons seusai sebelumnya sempat anjlok ke posisi paling rendah sejak November.

 Di lain pihak, harga kontrak emas berjangka AS ditutup stagnan tanpa pergeseran berarti di posisi 4.038,50 dollar AS per ons.

Sepanjang bulan Juni, nilai jual emas di pasar spot terhitung melorot berkisar 11,2 persen. Penyusutan ini menjadi potret penurunan kuartalan perdana sejak 2024, sekaligus menjadi yang terdalam sejak periode kuartal II 2013. 

Beban berat pada nilai emas ini masih disulut oleh kekhawatiran gejolak inflasi buntut konflik yang berkecamuk di kawasan Timur Tengah. 

Situasi makro tersebut mempertegas analisis bahwa bank sentral Federal Reserve (The Fed) bakal mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama, bahkan masih membuka celah untuk mengerek naik suku bunga.

Walaupun emas jamak diakui sebagai instrumen lindung nilai (safe haven) kala menghadapi inflasi, kebijakan penguatan suku bunga cenderung mereduksi daya pikat logam mulia lantaran instrumen ini tidak menawarkan hasil keuntungan secara periodik layaknya instrumen investasi yang berbasis bunga.

Terkini