HUT ke-80: BNI Lanjutkan Transformasi Demi Kinerja Berkelanjutan (65 karakter)

Selasa, 30 Juni 2026 | 00:45:31 WIB
BNI Genap 80 Tahun, Transformasi Pacu Kinerja dan Daya Saing [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI merayakan 80 tahun masa bakti perusahaan dengan meneruskan program transformasi di tiap-tiap lini bisnis. Langkah itu menjadi bagian dari strategi perseroan dalam mendongkrak daya saing sekaligus memelihara pertumbuhan performa yang berkelanjutan.

Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena memaparkan, transformasi yang diaplikasikan BNI dititikberatkan pada pengokohan kinerja serta kapabilitas perusahaan dalam meraih celah pertumbuhan baru. 

Langkah tersebut pun selaras dengan penguatan tata kelola badan usaha milik negara (BUMN) lewat Danantara Indonesia yang berkonsentrasi pada penciptaan nilai jangka panjang.

Restrukturisasi yang diaplikasikan BNI bukan sekadar diarahkan guna mendongkrak performa bisnis, melainkan juga memperkokoh kecakapan perusahaan dalam merespons dinamika serta merengkuh celah pertumbuhan.

“Dengan fundamental yang semakin kuat, BNI dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi nasabah, masyarakat, dan perekonomian nasional," ujar Paolo dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (30/6/2026).

BNI, sambung Paolo, mengimplementasikan transformasi secara komprehensif, mulai dari pengokohan kapabilitas digital, pendongkrakan produktivitas organisasi, optimalisasi jaringan pelayanan, hingga penguatan manajemen risiko. 

Siasat tersebut ditargetkan untuk memacu pertumbuhan yang lebih sehat serta berkelanjutan.

Pada lini ritel, BNI konsisten memperluas aplikasi wondr by BNI selaku platform pelayanan digital bagi nasabah perorangan. Sampai dengan pengujung 2025, aplikasi itu telah diaplikasikan oleh lebih dari 12 juta nasabah. 

Peningkatan aktivitas transaksi lewat platform digital tersebut turut menopang pertumbuhan tabungan ritel sekaligus memperkokoh dana murah perseroan.

Di lini wholesale banking, BNI memperkokoh pelayanan BNIdirect yang menyajikan beraneka jalan keluar transaksi bisnis, seperti cash management, trade finance, bank guarantee, serta supply chain financing. Sepanjang 2025, total pemakai dan nilai transaksi BNIdirect terangkat lebih dari 25 persen secara tahunan, yang ikut menyokong peningkatan giro korporasi.

Transformasi itu terefleksikan pada capaian keuangan perseroan sepanjang 2025. BNI membukukan keuntungan bersih senilai Rp 20 triliun.

 Pada masa yang sama, kualitas aset pun memperlihatkan tren positif dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) bruto menyusut ke angka 1,9 persen, sementara loan at risk (LaR) membaik menuju level 8,5 persen.

Performa positif tersebut konsisten berjalan pada 2026. Sampai pengujung Mei 2026, BNI mencatatkan akumulasi aset senilai Rp 1.365,36 triliun dan dana pihak ketiga (DPK) menyentuh Rp 1.063,92 triliun. Perseroan pun membukukan keuntungan bersih Rp 9,05 triliun dengan kondisi struktur modal yang konsisten kokoh. Hal itu terefleksikan dari jumlah ekuitas senilai Rp 160,99 triliun.

Paolo menegaskan, fundamental bisnis yang kian kokoh menjadi modal krusial bagi BNI untuk konsisten menghasilkan nilai tambah bagi para pemegang saham sekaligus menyokong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kami meyakini bahwa perusahaan yang sehat dan bertumbuh akan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi pemegang saham, mendukung agenda pembangunan nasional, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang," kata dia.

BNI memandang, eksistensi Danantara Indonesia dapat memperkokoh strategi BUMN dalam melahirkan nilai jangka panjang lewat tata kelola investasi yang padu, peningkatan produktivitas, serta penguatan daya saing korporasi.

Ke depan, BNI menegaskan bakal meneruskan program transformasi demi memantapkan daya saing sekaligus menaikkan kontribusi bagi perekonomian nasional. Langkah ini selaras dengan tema perayaan HUT ke-80 korporasi, "Swadharma Bhakti Nagara", serta spirit "Terus Mengabdi untuk Terus Melayani".

Terkini