Sains Buktikan Kebahagiaan Bisa Diciptakan Lewat 12 Kebiasaan Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 00:02:31 WIB
12 Kebiasaan Sederhana Sehari-hari untuk Hidup Lebih Bahagia [FOTO: NET].

JAKARTA - Segenap kalangan menilai bahwasanya kebahagiaan di dalam kehidupan merupakan urusan takdir semata. Padahal, koridor ilmu saraf perilaku berhasil membuktikan bahwa Anda mampu mengonstruksi rasa bahagia dengan mengaplikasikan serangkaian kebiasaan kecil dalam rutinitas sehari-hari.

"Kita memiliki lebih banyak kendali atas kebahagiaan daripada yang kita kira," kata Profesor dan Wakil Ketua di Department of Psychiatry di University of California San Francisco, AS, Elissa Epel, PhD, melansir Real Simple, Selasa (30/6/2026). "Kita bisa mengambil kendali dan menemukan apa yang bisa kita lakukan sekarang, hal-hal kecil yang dapat meningkatkan perasaan gembira atau rasa puas," imbuh dia.

Hasil riset dari The Big JOY Project, yakni sebuah inisiatif yang ikut diinisiasi oleh Epel, memperlihatkan bukti bahwa kebiasaan mikro sehari-hari memberikan pengaruh yang sangat masif terhadap kondisi kesejahteraan emosional seseorang.

"Ketika sebuah perilaku memicu respons emosional yang positif, kita cenderung mengingatnya dan melakukannya lagi," ujar Epel. Menumbuhkan kesadaran perihal bagaimana suatu hal sanggup menstimulus perasaan baik dalam diri Anda rupanya dapat menyokong proses pembentukan kebiasaan positif yang baru.

Panduan Kebiasaan Mikro untuk Meraih Kebahagiaan

1. Lakukan lima kebaikan 

Menebar jalinan kebaikan kepada sesama manusia terbukti mampu menyulut hadirnya momen bahagia. Epel memberikan saran agar Anda berupaya mempraktikkan minimal lima tindakan kebaikan bagi orang lain saban hari. 

Aktivitas ini sama sekali tidak memerlukan alokasi biaya. Anda bisa mengirimkan pesan teks yang mengocok perut, mengontak sanak keluarga lewat sambungan telepon, ataupun sekadar memungut serpihan sampah yang berserakan di jalan.

2. Temukan sisi humor dalam kehidupan 

Aktivitas tertawa teruji secara ilmiah sanggup menekan laju respons stres di dalam tubuh. Luangkan sisa waktu Anda tiap malam selama kurun sepekan demi mendokumentasikan tiga momentum lucu yang Anda jumpai pada hari tersebut. 

Sebuah laporan studi menyingkap fakta bahwa para partisipan yang konsisten melakoni rutinitas ini mendapati penurunan kadar depresi secara instan dan merasakan level kebahagiaan yang jauh lebih tinggi.

3. Nikmati alam terbuka 

Paparan udara segar mengantongi khasiat yang sangat ampuh guna meredakan ketegangan stres. Keluarlah dari ruangan setiap hari demi mengasup pancaran kehangatan sinar matahari, sembari meresapi alunan suara serta keharuman yang disuguhkan oleh alam.

"Keluarlah dan perhatikan pemandangan atau tanaman hijau perkotaan di sekitar dengan membuka semua indera dan bergerak dengan penuh kesadaran," saran Epel.

4. Ubah sudut pandang 

Fase roda kehidupan yang pelik dipastikan bakal senantiasa mampir. Terima dan akui adanya rasa sakit yang mendera, namun berusahalah sekuat tenaga untuk membalikkan sudut pandang Anda guna mengorek hikmah atau manfaat di balik kerumitan aktivitas harian. Memiliki kesadaran penuh bahwa Anda sanggup melompati problem tersebut bertindak selaku sebuah langkah awal yang bernilai positif.

5. Turut bahagia untuk orang lain 

Menghadirkan eksistensi diri seutuhnya bagi kalangan orang terdekat mengantongi urgensi yang tidak kalah esensial. Curahkan atensi penuh tatkala mereka tengah mengabarkan jalinan berita gembira.

"Mintalah dan dengarkan secara aktif cerita tentang apa yang berjalan baik dalam kehidupan orang lain," kata Epel.

6. Ingat kembali nilai hidup 

Pemicu ketidakbahagiaan kerap kali mencuat tatkala keputusan tindakan seseorang bergeser menjauh dari prinsip dasar yang mereka pegang.

"Urutkan pentingnya empat nilai inti dan tuliskan penjelasan singkat tentang bagaimana nilai-nilai tersebut muncul dalam kehidupanmu," ucap Epel. Lakukan peninjauan secara berkala pada panduan ini supaya arah kehidupan Anda menjadi kian terarah.

7. Lepaskan amarah 

Memelihara bara dendam di dalam hati hanya akan membuat stabilitas emosi kian memburuk. Substitusi letup rasa marah lewat pancaran belas kasih supaya Anda sanggup memupuk empati tanpa perlu mengeliminasi rasa sakit yang dirasakan. Hasil studi memperlihatkan, merenungi kilas balik masa lalu dibersamai sikap welas asih terbukti efektif mengatrol turun ritme detak jantung sekaligus menyuburkan sikap pemaaf.

8. Tumbuhkan rasa kagum

 Letup perasaan takjub kala memandangi panorama alam yang elok ataupun kala meresapi alunan simfoni musik sanggup membawa jiwa Anda merasa terikat dengan entitas yang jauh lebih masif. Panggil kembali memori indah saat Anda dilingkupi rasa kagum, kemudian tuangkan pengalaman berharga dimaksud lewat tulisan sedetail mungkin.

9. Bayangkan hubungan terbaik 

Sediakan durasi waktu 15 menit saban hari selama rentang dua minggu penuh guna memproyeksikan gambaran kehidupan ideal bersanding dengan keluarga ataupun rekan sejawat. Merumuskan lanskap masa depan jalinan asmara atau lingkaran interaksi sosial impian bakal mempersenjatai Anda dengan kendali yang kian kokoh untuk berinovasi dalam memahat hari esok yang penuh optimisme.

10. Cintai diri sendiri 

Tatkala berada di bawah impitan tekanan, jangan bersikap terlampau kejam terhadap diri sendiri. Seorang peneliti di bidang welas asih diri, Kristin Neff, memberikan rekomendasi untuk merapalkan kalimat, "Ini adalah penderitaan" atau "Ini menyakitkan" tanpa disertai tendensi menghakimi situasi yang bergulir. Selanjutnya, sampaikan, "Penderitaan adalah bagian dari kehidupan" atau "Kamu tidak sendirian." Letakkan tangan Anda di atas dada lalu ucapkan, "Semoga saya bisa berbaik hati pada diri sendiri" atau "Semoga saya menjadi kuat."

11. Fokus pada rasa syukur 

Konversikan aktivitas bersyukur menjadi sebuah agenda rutinitas wajib. Susun kompilasi daftar hal apa saja yang patut Anda syukuri, baik dalam skala mikro maupun makro.

"Rasa syukur adalah penangkal stres. Kita bisa menempatkan diri kita pada lintasan yang lebih positif untuk hari itu, jika kita memulai pagi dengan rasa syukur. Saat kamu bangun, pikirkan sesuatu yang kamu syukuri," kata Epel.

12. Lakukan detoks digital 

Tepikan eksistensi gawai dari genggaman Anda selama 30 menit saban hari demi memutus mata rantai kebiasaan toksik membandingkan kualitas diri dengan pencapaian orang lain. Kebijakan membatasi durasi pemakaian platform media sosial telah terbukti sahih mampu meredam gejolak kecemasan, mengeliminasi rasa depresi, sekaligus menghadirkan kebahagiaan sejati.

Terkini