Harita Nickel (NCKL) Sah Bagikan Dividen Tunai Rp2,7 Triliun

Selasa, 30 Juni 2026 | 23:49:32 WIB
Rapat Pemegang Saham Setujui Dividen NCKL Sebesar Rp2,7 Triliun [FOTO: NET].

JAKARTA — Kalangan pemegang saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) secara resmi merestui agenda rencana pendistribusian dividen tunai tahun buku 2025 dengan akumulasi nilai total menyentuh kisaran Rp2,7 triliun. Putusan dimaksud disepakati lewat forum Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Selasa (30/6/2026).

Akumulasi dividen yang disalurkan oleh entitas usaha Harita Group ini setara dengan rasio pembayaran (dividend payout ratio) menyentuh angka 30% dari total raihan laba bersih tahun buku 2025. Tingkat persentase rasio dimaksud terekam stabil jika disandingkan dengan realisasi pada tahun sebelumnya.

Berdasarkan rilis data dari Stockbit Group, besaran nilai pembagian tersebut mengindikasikan perolehan dividen senilai Rp42,64 per lembar saham untuk para investor. 

Mengacu pada posisi harga saham NCKL yang bertengger pada level Rp800 per lembar di sesi perdagangan intraday Selasa (30/6/2026), pihak Stockbit mengalkulasikan indikasi tingkat imbal hasil dividen alias dividend yield yang diproduksi berada di kisaran angka 5,3%.

Sampai dengan saat ini, jajaran manajemen perseroan belum memaparkan pengumuman lebih mendalam mengenai lini jadwal perdagangan saham dengan hak dividen (cum dividend) maupun tanggal resmi pencairan atau pembayaran dividen tunai dimaksud ke dalam rekening para pemegang saham.

Di koridor lain, pihak perseroan bakal meneruskan tata kelola operasional secara terukur pada segenap rantai nilai, berawal dari sektor penambangan hingga pengolahan di sepanjang tahun 2026.

Head of Investor Relations Harita Nickel Lukito Gozali memaparkan bahwa pengokohan ketahanan usaha guna menghadapi dinamika perkembangan industri ke depan bakal bertumpu pada aspek optimalisasi operasional serta penguatan daya saing jangka panjang.

“Saat ini industri nikel global sangat dinamis dan penuh tantangan, fokus kami adalah tetap menjaga operasional tetap berjalan secara efisien, terukur, dan bertanggung jawab,” ujarnya dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu.

Di tengah impitan tekanan harga komoditas nikel dunia, NCKL konsisten mengawal kesinambungan jalannya kegiatan usaha. Sebagai informasi pelengkap, perseroan menorehkan pendapatan menembus Rp29,63 triliun sepanjang tahun 2025 dan mengantongi senilai Rp6,81 triliun pada periode kuartal I/2026.

Ditinjau dari sektor operasional, segenap lini produksi bergulir selaras dengan target, melingkupi segmen penambangan bijih nikel, pengolahan pirometalurgi lewat jalur Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF), serta aktivitas pengolahan hidrometalurgi melalui jalur High Pressure Acid Leach (HPAL) yang memproduksi komoditas MHP dan nikel sulfat.

Terkini