HUT Ke-80, BNI Jalankan Transformasi Perkuat Kinerja dan Daya Saing

Selasa, 30 Juni 2026 | 21:38:31 WIB
BNI Arahkan Transformasi Bisnis untuk Pacu Pertumbuhan Baru [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menggulirkan langkah transformasi yang dikonsentrasikan guna memperkokoh kinerja serta daya saing perusahaan dalam meraih peluang pertumbuhan baru, bertepatan dengan momentum HUT Ke-80 perusahaan.

Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena memaparkan bahwa strategi tersebut selaras dengan langkah penguatan tata kelola BUMN oleh Danantara Indonesia yang berkonsentrasi pada penciptaan nilai jangka panjang.

"Transformasi yang kami jalankan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kinerja bisnis, tetapi juga memperkuat kemampuan perusahaan dalam menghadapi perubahan dan menangkap peluang pertumbuhan. Dengan fundamental yang semakin kuat, BNI dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi nasabah, masyarakat dan perekonomian nasional," kata Paolo dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (30/06/2026).

Pihak perusahaan melangsungkan agenda transformasi secara komprehensif pada bermacam lini bisnis, mulai dari penguatan kapabilitas sektor digital, peningkatan produktivitas organisasi, optimalisasi jaringan layanan, sampai ke pemantapan manajemen risiko. Formula strategi dimaksud ditujukan demi melahirkan laju pertumbuhan yang lebih sehat serta berkelanjutan.

Pada pilar digitalisasi, BNI konsisten memperluas wondr by BNI selaku platform layanan digital segmen ritel. Hingga penghujung 2025, aplikasi tersebut tercatat telah dimanfaatkan oleh lebih dari 12 juta nasabah. 

Pihak perusahaan membukukan, kenaikan aktivitas transaksi lewat wondr by BNI ikut menyokong pertumbuhan tabungan ritel serta penguatan pos dana murah perusahaan.

Sementara pada segmen wholesale banking, BNI memperkokoh BNIdirect yang menyuguhkan layanan cash management, trade finance, bank guarantee, serta supply chain financing untuk nasabah korporasi. 

Sepanjang 2025, volume pengguna beserta nilai transaksi BNIdirect terdongkrak melampaui 25 persen secara tahunan, sehingga ikut andil terhadap peningkatan giro korporasi sekaligus mutu layanan transaksi bisnis.

Merujuk pada penjelasan perusahaan, buah manis dari transformasi tersebut terefleksikan dalam rapor keuangan perusahaan sepanjang 2025 lewat perolehan laba bersih yang menyentuh angka Rp20 triliun.

 Pada momen yang sama, kualitas aset terpantau kian membaik, ditandai dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) bruto yang menyusut ke level 1,9 persen serta loan at risk (LaR) yang bergerak positif ke angka 8,5 persen.

Tren positif ini terus bergulir pada 2026. Hingga akhir Mei 2026, BNI menorehkan total aset senilai Rp1.365,36 triliun dan dana pihak ketiga (DPK) menyentuh Rp1.063,92 triliun. 

Perusahaan pun sukses membukukan laba bersih senilai Rp9,05 triliun dengan fondasi permodalan yang tetap kokoh, tercermin lewat total ekuitas sebesar Rp160,99 triliun.

Paolo mengutarakan bahwa fundamen bisnis yang kian solid menjadi modal krusial bagi BNI untuk konsisten menelurkan nilai tambah bagi pemegang saham, nasabah, masyarakat, maupun roda perekonomian nasional.

“Kami meyakini bahwa perusahaan yang sehat dan bertumbuh akan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi pemegang saham, mendukung agenda pembangunan nasional, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang,” kata Paolo.

Adanya keterlibatan Danantara turut diproyeksikan mampu kian mempertebal ikhtiar BUMN, termasuk BNI, dalam mengemas nilai jangka panjang melewati tata kelola investasi yang terpadu, peningkatan produktivitas, sekaligus penguatan daya saing korporasi. 

Pihak perusahaan pun menandaskan bahwasanya agenda transformasi bakal terus digulirkan demi mempertegas daya saing serta mengatrol kontribusi bagi perekonomian nasional.

Terkini