Harga Buyback Emas Antam Turun Rp581.000 dari Rekor Tertinggi

Selasa, 23 Juni 2026 | 20:29:31 WIB
Update Harga Buyback Emas Antam: Anjlok Rp581.000 dari Posisi ATH [FOTO: NET].

JAKARTA – Harga buyback emas Antam tercatat telah terkoreksi sebesar Rp581.000 dibandingkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH). Mengacu pada data Logam Mulia Selasa (23/6/2026), harga buyback emas Antam terpantau naik Rp7.000 menjadi Rp2.408.000. Posisi tersebut menunjukkan penurunan sebesar Rp581.000 dari rekor ATH.

Sebagaimana diketahui, harga buyback emas Antam terakhir kali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada akhir Januari 2026, yakni menyentuh angka Rp2.989.000. 

Sejak saat itu, harga sempat merosot tajam sebelum mencoba untuk pulih di kisaran Rp2,5 juta hingga Rp2,6 juta dalam beberapa bulan terakhir.

Buyback emas merupakan transaksi penjualan kembali emas, baik dalam bentuk logam mulia, batangan, maupun perhiasan. 

Umumnya, harga yang ditetapkan lebih rendah daripada harga jual saat itu. Meski begitu, buyback masih bisa memberikan keuntungan jika terdapat selisih yang cukup besar antara harga jual dan harga buyback.

Sesuai PMK No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nominal melebihi Rp10 juta akan dikenakan PPh 22 sebesar 1,5% bagi pemegang NPWP dan 3% bagi non-NPWP. PPh 22 atas transaksi buyback tersebut akan dipotong secara langsung dari total nilai buyback.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan bahwa harga emas belum berhasil ditutup di atas level resistance US$4.220. Kegagalan tersebut menjadi sinyal bahwa tenaga beli mulai memudar, sementara tekanan jual kembali mendominasi pasar. 

Kondisi ini diperkuat dengan terbentuknya *swing high* baru yang mengindikasikan bahwa kenaikan sebelumnya mulai kehilangan momentum. 

Menurutnya, selama harga masih bergerak di bawah area *resistance* tersebut, potensi penurunan masih terbuka. Target pelemahan terdekat berada di level *support* US$4.120. 

Jika tekanan jual menguat dan harga menembus level tersebut, emas berpotensi melanjutkan penurunan ke support berikutnya di kisaran US$4.024.

"Pergerakan harga masih menunjukkan struktur bearish. Selama belum ada breakout yang mampu membawa harga kembali ke atas resistance utama, potensi pelemahan masih perlu diwaspadai," ujarnya dalam riset yang dikutip, Selasa (23/6/2026).

Terkini