Bisnis Wealth Management Perbankan Tumbuh Positif di Tengah Gejolak

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:18:01 WIB
Bisnis pengelolaan dana nasabah kaya (wealth management).

JAKARTA - Bisnis pengelolaan dana nasabah kaya (wealth management) di sektor perbankan mencatatkan kinerja positif pada semester pertama 2026, meski dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi global.

Berbagai tantangan, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah hingga tren kenaikan suku bunga acuan, justru meningkatkan permintaan nasabah atas layanan ini.

Ekonom Bank Tabungan Negara (BTN), Myrdal Gunarto, menilai bahwa bank dengan spesialisasi wealth management justru diuntungkan karena nasabah cenderung melakukan penyeimbangan kembali (rebalancing) portofolio ke instrumen investasi yang lebih aman.

"Saat bank hati-hati menyalurkan kredit di tengah iklim global yang kurang kondusif, masih ada produk berbasis wealth management yang bisa ditawarkan," ujar Myrdal, Kamis (18/6/2026). Industri pun merespons tren ini dengan capaian yang solid.

Bank DBS Indonesia melaporkan peningkatan jumlah nasabah wealth management sebesar 73% secara tahunan (year on year/YoY) per Mei 2026, dengan pertumbuhan Asset Under Management (AUM) sebesar 7% YoY.

Pendapatan bersih dari layanan ini bahkan mencatat kenaikan signifikan berkat pendekatan analisis berbasis data yang memberikan wawasan investasi tepat bagi nasabah.

Senada dengan hal tersebut, Maybank Indonesia mencatatkan pertumbuhan AUM sebesar 12% YoY hingga Mei 2026.

Community Financial Services Director Maybank Indonesia, Bianto Surodjo, menegaskan bahwa strategi diversifikasi portofolio dan peran manajer investasi menjadi kunci utama dalam menarik minat nasabah di tengah kondisi pasar yang menantang.

Dengan menghadirkan beragam produk investasi berimbal hasil kompetitif, layanan wealth management terbukti menjadi pilar pertumbuhan yang strategis bagi perbankan di tengah gejolak pasar global.

Terkini