Livano Comenencia: Sang Pengukir Sejarah Timnas Curacao

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:46:31 WIB
Kiprah Livano Comenencia: Bawa Curacao Cetak Sejarah di Piala Dunia [FOTO : NET].

Jakarta - Pamor Livano Comenencia kini tengah bersinar sangat terang. Latar belakang dan rekam jejaknya ramai diulas serta menjadi perbincangan lewat deretan artikel di berbagai media internasional.

Comenencia ramai disorot usai mencatatkan sejarah bagi timnas Curacao lewat torehan gol perdana mereka di ajang Piala Dunia saat menghadapi Jerman dalam partai Grup A Piala Dunia 2026 di Stadion Houston, Amerika Serikat, Senin (15/6/2026) dini hari WIB.

Begitu bermaknanya gol tersebut bagi warga dan penggemar sepak bola Curacao, sampai-sampai kekalahan telak 1-7 dari skuad Jerman seakan langsung dilupakan begitu saja.

Timnas Curacao, yang berpartisipasi sebagai tim debutan pada Piala Dunia 2026, dinilai telah mengerahkan daya juang optimal, bahkan semenjak babak kualifikasi bergulir.

Memiliki populasi yang hanya berkisar 156 ribu jiwa, Curacao tercatat sebagai negara terkecil yang pernah unjuk gigi di Piala Dunia. Awalnya, sangat sulit membayangkan mereka mampu menembus putaran final Piala Dunia 2026 dari tahap kualifikasi.

Meski diliputi bayang-bayang pesimisme, Curacao memilih untuk terus berfokus. Memulai perjalanan dari putaran kedua kualifikasi zona Concacaf, mereka tampil mengesankan dan mendominasi.

Rekor mereka sangat mentereng, yakni menyapu bersih empat kemenangan dari empat laga, yang praktis membawa mereka memuncaki klasemen Grup C pada putaran kedua.

Melangkah ke putaran ketiga, Curacao kembali menjaga rekor tak terkalahkan lewat torehan tiga kemenangan serta tiga hasil seri. 

Raihan ini mengantarkan mereka menjadi jawara Grup B sekaligus menyegel tiket ke Piala Dunia 2026, yang merupakan keikutsertaan perdana Curacao semenjak negara itu merengkuh status otonomi pada 2010 silam.

Di antara sekian banyak penggawa yang membela Curacao di babak kualifikasi tersebut, Livano Comenencia tampil sebagai salah satu pemain yang paling mencuri perhatian.

Bisa beroperasi di pos bek kiri, kanan, hingga gelandang bertahan, pemuda berusia 22 tahun ini merupakan tipe pesepak bola serbabisa yang sangat didambakan oleh banyak pelatih, tak terkecuali juru taktik timnas Curacao, Dick Advocaat.

Berasal dari Belanda

Eratnya relasi antara Curacao dan Kerajaan Belanda membuat banyak warga negara tersebut menetap di Negeri Kincir Angin, termasuk keluarga besar dan orang tua Comenencia.

Livano Comenencia lahir di Breda, Belanda, pada 3 Februari 2004. Pada mulanya, hingga ia menginjak usia sekitar tujuh tahun, dia mengasah bakat sepak bolanya bersama akademi TVC Breda, sebuah klub amatir lokal.

Potensinya kian terasah saat ia direkrut oleh akademi klub elite papan atas Belanda, PSV Eindhoven, pada tahun 2012.

Di akademi tersebut, di mana ia salah satunya dibimbing oleh mantan penyerang andalan timnas Belanda dan Manchester United, Ruud van Nistelrooy, Comenencia dipandang sebagai salah satu talenta terbaik.

Performa apiknya yang berada di atas rata-rata membuat Comenencia disodori kontrak profesional pada Februari 2022, yang mengikatnya di PSV hingga tahun 2025.

Pada edisi 2021, media asal Inggris The Guardian menyematkan nama Comenencia ke dalam daftar 60 pesepak bola muda terbaik di dunia, sejajar dengan gelandang timnas Indonesia, Marselino Ferdinan.

Selama berseragam PSV, ia langganan mengisi pos di skuad U17 hingga U21. Dia pun rajin mendapat panggilan dari timnas usia muda Belanda, mulai dari kelompok U15 sampai U20. Comenencia bahkan sempat didapuk mengemban ban kapten timnas U18 Belanda.

"Dia seorang pemimpin sejati di lapangan. Sering dibandingkan dengan Virgil van Dijk yang juga lahir di Breda, tetapi dia berharap menjadi gelandang seperti Georginio Wijnaldum," tulis The Guardian.

Belum sampai kontraknya di PSV rampung, Comenencia dipinang oleh raksasa Italia, Juventus, pada September 2023 untuk memperkuat Juventus Next Gen (skuad U23 Juventus).

Bersama Juventus Next Gen pada rentang 2023-2025, berdasarkan data Transfermarkt, Comenencia mencatatkan 38 penampilan dengan sumbangsih dua gol serta delapan assist.

Berkat kontribusi konsistennya di skuad muda Juventus, ia kemudian didatangkan oleh klub Liga Swiss, FC Zurich, pada Agustus 2025. Sepanjang musim 2025/2026, ia menorehkan 25 penampilan bersama Zurich.

Walaupun dibesarkan di lingkungan sepak bola Belanda, Comenencia memantapkan hati untuk membela timnas Curacao pada tahun 2024, alih-alih skuad Oranje. Sampai saat ini, ia telah mencatatkan 20 penampilan untuk Curacao dan membukukan tiga gol.

Di timnas Curacao, Comenencia mendedikasikan seluruh kemampuannya. Ia pantang mengeluh meskipun kualitas fasilitas sepak bola di Curacao sangat jauh tertinggal dibandingkan dengan Belanda.

"Kami berlatih dan bermain di lapangan yang kondisinya kurang baik. Namun kami bertarung dengan darah, keringat dan air mata. Kami pantas berada di Piala Dunia," ujar Comenencia kepada FIFA pada Desember 2025.

Pihak FIFA pun sangat mengapresiasi daya juang timnas Curacao dan mengambil keputusan untuk mengabadikan jejak perjuangan mereka dalam bertarung di babak kualifikasi hingga sukses menembus Piala Dunia 2026 di Museum FIFA.

Sebagai simbolisasinya, FIFA memilih untuk memajang jersei yang dipakai Comenencia kala bertanding melawan Jamaika di Grup B putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Concacaf pada Oktober 2025.

Alasannya, Comenencia dinilai sebagai pemain paling menentukan dalam laga yang dihelat di Stadion Ergilio Hato, Willemstad, Curacao tersebut.

Comenencia sukses membuka keran gol Curacao pada menit ke-14, yang lantas digandakan oleh Kenji Gorre (68'). Kemenangan 2-0 atas Jamaika, yang menjadi pesaing berat mereka di babak kualifikasi, menjadi momen kunci yang membuka lebar jalan Curacao menuju Piala Dunia 2026.

"Di Museum FIFA, kami tidak hanya merayakan dan mengabadikan masa lalu. Namun, kami mendokumentasikan sejarah yang sedang berlangsung. Jersei Livano ini mewakili babak baru yang luar biasa di permainan global ini," kata Direktur Museum FIFA, Marco Fazzone.

Fazzone menambahkan bahwa Comenencia dan skuad Curacao kini telah resmi menjadi bagian dari lembaran sejarah sepak bola.

"Menerima jersei ini langsung dari Livano, menjadi momen istimewa dan memungkinkan kami melestarikan terobosan Curacao sebagai bagian dari sejarah sepak bola," tutur dia.

Di Piala Dunia 2026, Curacao tergabung di Grup E bersama Pantai Gading, Ekuador, dan Jerman. Mereka masih memiliki kans untuk menorehkan sejarah baru mengingat masih ada dua laga tersisa, yakni menghadapi Ekuador pada 20 Juni dan Pantai Gading lima hari berselang.

Terkini