Dukung Bioetanol, PTPN I Mulai Uji Coba Budidaya Sorgum

Selasa, 16 Juni 2026 | 19:17:32 WIB
Dukung Bioetanol, PTPN I Mulai Uji Coba Budidaya Sorgum [FOTO : NET].

Jakarta - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I mengawali budidaya tanaman sorgum lewat penanaman percobaan seluas 20 hektare di wilayah Lampung guna menyokong ketersediaan bahan baku bioetanol.

Sekretaris Perusahaan PTPN I Aris Handoyo menyampaikan penganekaragaman sorgum ini merupakan bagian dari instruksi tugas yang diemban perseroan demi menyokong program hilirisasi serta transisi energi yang dicanangkan pemerintah.

"Sementara masih 20 hektare kami coba kembangkan di Lampung. Kami coba pelajari budi dayanya seperti apa, karena PTPN I belum pernah tanam sorgum," katanya dalam bincang bersama awak media di Jakarta, Senin malam.

Di samping sorgum, PTPN I pun mendapatkan mandat untuk membudidayakan singkong sebagai alternatif pasokan bahan baku yang dapat difungsikan demi mendukung industri bioetanol domestik.

Aris memaparkan Lampung ditetapkan sebagai kawasan awal percontohan lantaran mempunyai kapabilitas lahan yang cocok dan berdekatan dengan rancangan operasional rantai pasok bioetanol.

Menurut dia, badan usaha tersebut sengaja mengawali langkah melalui luasan yang terbatas lantaran belum mempunyai rekam jejak panjang terkait budidaya sorgum sehingga mesti mendalami karakteristik tanaman itu terlebih dahulu.

Fase pembuka ditempuh lewat penanaman uji coba seluas 20 hektare demi menghimpun data teknis yang diperlukan sebelum melangkah ke tahapan budidaya yang berskala lebih masif.

Melalui penanaman uji coba itu, perseroan bakal menakar jenis varietas sorgum yang paling cocok dengan iklim lahan dan ketentuan sektor hilir pengolahan bioetanol.

PTPN I pun bakal mendalami tata cara budidaya, tingkat produktivitas tanaman, pola perawatan, hingga mekanisme pascapanen demi menjamin pergerakan usaha dilakukan secara efisien serta berkesinambungan.

Aris menganggap langkah berjenjang ini sangat krusial agar badan usaha tidak menanggung risiko kegagalan panen yang berpotensi menghambat agenda pemerintah atau merugikan perseroan.

Menurut dia, pengerjaan komoditas baru semestinya disandarkan pada praktik riil di lapangan serta kepemilikan aspek teknologi supaya hasil yang didapatkan setara dengan harapan.

Bila hasil penanaman percobaan memperlihatkan performa yang bagus, perseroan bakal menimbang perluasan lahan yang lebih masif sesuai dengan keperluan agenda nasional.

Sorgum beserta singkong nantinya disiapkan untuk menjadi bahan baku bioetanol yang dapat difungsikan sebagai zat komparasi bahan bakar bensin dalam agenda energi terbarukan.

Lewat skema itu, ketersediaan bioetanol tidak cuma bertumpu pada tanaman tebu saja, melainkan dapat disokong oleh tanaman alternatif yang dibudidayakan di bermacam wilayah.

PTPN I dalam agenda tersebut bertindak sebagai penyuplai bahan baku, sedangkan pembentukan sektor pengolahan dilakukan lewat sinergi pemerintah bersama sektor korporasi.

Aris menuturkan perusahaan pun menyelaraskan manajemen budidaya dengan keperluan sektor pengolahan supaya kriteria hasil panen cocok dengan keinginan pasar dan konsumen akhir.

Dalam rentang panjang, pengerjaan tanaman sorgum ini diproyeksikan untuk menyokong sasaran yang diutarakan pemerintah, yaitu perluasan lahan hingga menyentuh seputar 24.000 hektare bilamana tahapan pembuka berjalan efektif.

"Pak Wamen Investasi (Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu) targetnya sampai 24.000 hektare. Kan nggak main-main toh. Artinya memang PTPN harus membekali diri dulu," katanya.

PTPN I menganggap sasaran itu lumayan menantang sehingga perseroan wajib membekali diri dengan pengalaman lapangan, aspek teknologi, beserta kematangan sumber daya manusia sebelum menjalankan akselerasi perluasan sesuai instruksi pemerintah.

"PTPN butuh belajar ya. Tapi nanti kalau PTPN sudah sudah bisa menguasai komoditas ini mungkin bisa digas lah untuk pengembangannya itu, sesuai dengan target pemerintah," kata Aris.

Terkini