Gandeng Grup MAP, TOOL Pacu Penjualan Koper Airwheel di 2026

Senin, 15 Juni 2026 | 02:42:31 WIB
Emiten distributor koper dan peralatan rumah tangga, PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk. (TOOL).

JAKARTA – Emiten distributor koper dan peralatan rumah tangga, PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk. (TOOL), telah menyusun strategi untuk mendongkrak penjualan sepanjang tahun 2026. 

Salah satu langkah utamanya adalah menjalin kerja sama dengan Grup MAP untuk memperluas pasar koper Airwheel. 

Direktur Utama TOOL, Ronald Hartono Tan, menyatakan bahwa perseroan terus memfokuskan upaya peningkatan penjualan, khususnya pada segmen koper pintar (smart luggage) Airwheel dan lini produk perkakas.

"Untuk mendorong pertumbuhan, perseroan mengandalkan strategi perluasan distribusi melalui kerja sama dengan department store. Kami optimistis dapat meningkatkan kinerja pada 2026 dibandingkan dengan 2025," ujarnya dalam Paparan Publik, Senin (15/6/2026).

Melalui sinergi dengan Grup MAP, produk koper Airwheel kini dapat dipasarkan di outlet SOGO dan Seibu. 

Langkah ekspansi ini telah dimulai sejak 2024 dengan pembukaan counter di SEIBU Grand Indonesia, SOGO Pondok Indah Mall 2, dan SOGO Plaza Senayan. 

Ekspansi tersebut berlanjut pada 2025 dengan merambah Jawa Timur, seperti di SOGO Pakuwon Mall Surabaya dan Galaxy Mall 3 Surabaya, serta di SOGO Paris Van Java Mall Bandung pada Agustus 2025.

Manajemen berharap perluasan jaringan distribusi ini dapat menjadi motor pemulihan kinerja perseroan pada 2026. 

Selain itu, TOOL berkomitmen meningkatkan eksposur merek melalui berbagai kegiatan promosi dan kerja sama mitra, tanpa melupakan efisiensi operasional dan pengendalian biaya untuk menjaga profitabilitas.

Sebelumnya, sepanjang 2025, TOOL menghadapi tantangan berupa penurunan daya beli masyarakat dan pelemahan nilai tukar rupiah yang memicu kenaikan biaya pengadaan produk. 

Kondisi tersebut menyebabkan pendapatan perusahaan turun menjadi Rp59,26 miliar, dari Rp93,53 miliar pada 2024. 

Akibatnya, perseroan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp6,99 miliar pada 2025, setelah pada tahun sebelumnya membukukan laba bersih Rp937 juta.

Terkini