Anis Matta Minta Kader Gelora Belajar dari Iran demi Pemilu 2029

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:17:32 WIB
Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta [FOTO : NET].

JAKARTA - Ketua Umum Partai Gelora yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Anis Matta, mengimbau agar para kader partainya tidak menduplikasi pola kerja partai-partai berskala besar untuk menyongsong Pemilihan Umum (Pemilu) 2029. 

Menurut pandangan Anis, Partai Gelora wajib merumuskan formulasi strateginya sendiri guna bertumbuh dan berkompetisi di panggung politik, mencontoh negara Iran yang dinilai sanggup bertahan di bawah tekanan negara-negara adidaya walaupun memiliki keterbatasan dalam aspek sumber daya.

Pernyataan tersebut diutarakan oleh Anis sewaktu menyampaikan pembekalan bagi para anggota DPRD dari Partai Gelora dalam agenda Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) Partai Gelora, Sabtu (13/6/2026).

"Kalau Anda ingin mengalahkan partai besar dalam pemilu, tapi cara berpikir kami adalah cara berpikir partai besar, Anda tidak akan pernah menang. Karena Anda tidak akan bisa mengejar mereka dari sisi sumber daya," tutur Anis, Sabtu.

Dirinya memberikan analogi mengenai Iran yang dipandang mampu tegap berdiri melewati impitan internasional lantaran mengimplementasikan strategi yang kontras dari skema negara-negara rivalnya.

"Jadi idenya yang paling cemerlang adalah karena dia tidak berpikir dengan cara musuhnya berpikir," ucap Anis.

Oleh sebab itu, ia menginstruksikan kader Gelora untuk mendalami pola pikir beserta taktik partai-partai besar, namun dilarang keras mengadopsi taktik operasional mereka.

"Satu pintu yang kami tutup di sini adalah pahami cara berpikir partai besar, tapi jangan ikuti cara kerjanya. Kami mesti berpikir dengan cara kami sendiri," jelasnya.

Anis mengutarakan bahwa kekuatan dalam ranah politik tidak semata-mata diukur dari seberapa masif sumber daya yang dimiliki. Menurutnya, gagasan mendasar serta kapabilitas sumber daya manusia justru memegang peranan utama dalam mengukuhkan fondasi organisasi politik.

Ia turut mengingatkan bahwa Partai Gelora saat ini telah menempatkan 73 kadernya di kursi DPRD, dan mereka diposisikan untuk menjadi penggerak utama dalam membesarkan partai menyambut Pemilu 2029.

"Yang harus kami perkuat dari tiga unsur ini pertama kali itu adalah ide dan orang. Dan saudara-saudara sekalian yang 73 kader kami ini yang sekarang ada di legislatif, ini adalah orang-orang yang kami andalkan untuk merumuskan ide bagaimana mengubah yang 73 ini menjadi beratus-ratus insyaallah dalam Pemilu 2029 yang akan datang," beber Anis.

Pada kesempatan yang sama, Anis juga menggarisbawahi bahwa partai politik idealnya beroperasi sebagai instrumen transformasi sosial, bukan sekadar alat mekanis untuk merebut tampuk kekuasaan. 

Bagi dirinya, seorang figur politisi dituntut andal mengintervensi paradigma berpikir publik, bukan cuma mengekor pada tren opini masyarakat.

"Kalau kami mampu mengikuti atau mengubah persepsi publik itu, nah itu baru leader, itu baru pemimpin. Kalau kami mampu mengubah cara masyarakat hidup, itu baru partai politik. Tapi kalau kami ada dan hanya mengikuti arus, kami adalah follower, bukan leader," urai Anis.

Di penghujung arahannya, Anis kembali memacu seluruh kader Partai Gelora agar senantiasa memelihara optimisme menatap Pemilu 2029 serta aktif menelurkan terobosan-terobosan anyar demi perluasan sayap partai.

"Kami mesti menemukan cara kami sendiri untuk memenangkan Partai Gelora 2029 InsyaAllah," pungkas Anis di hadapan para kader Gelora.

Terkini