Sidak Pasar, KSP Pastikan Pasokan Pangan Melimpah dan Harga Stabil

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:48:33 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman.

jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman melangsungkan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Selasa, demi mengamati secara langsung kestabilan harga serta ketersediaan stok komoditas hortikultura dan beras.

Dalam kegiatan pemantauan tersebut, Dudung mendapati adanya pergerakan naik-turun harga pada komoditas cabai serta bawang. 

Walakin, ia menggarisbawahi keadaan di lapangan terhitung kondusif dan harga secara menyeluruh berada dalam situasi yang aman.

"Saya memastikan sesuai dengan program Bapak Presiden, program prioritas nasional, salah satunya adalah ketahanan pangan. Di situ kami lihat tadi harga cabai, harga bawang, termasuk yang lainnya ada terjadi peningkatan," ujar Dudung dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Walaupun terdapat lonjakan harga pada beberapa komoditas hortikultura selepas momentum Lebaran, Dudung memandang fenomena tersebut merupakan dinamika situasi yang lumrah terjadi serta bersifat fluktuatif.

Bukan hanya itu, aspek kondisi cuaca pun ikut memberikan pengaruh terhadap keadaan pasokan dari daerah-daerah pusat produksi seperti Bali dan Cianjur.

Dudung mempertegas bahwa secara global, ketersediaan pangan dalam negeri berada dalam status yang melimpah berkat adanya peningkatan produktivitas pada level petani.

"Melimpah ya, untuk pasokan dalam negeri. Itu yang saya katakan untuk masalah pangan Insya Allah ya dan masyarakat terutama mungkin petani-petani dengan sistem pertanian yang digalakkan bahwa kualitas petani, kualitas pupuk, kualitas bibit, dan terutama penyuluhan bagi dinas pertanian mungkin semakin baik yang akhirnya produksi semakin meningkat," jelasnya.

Di sudut lain, Dudung pun mencermati adanya kecenderungan merosotnya daya beli langsung di lingkungan pasar induk itu. 

Berdasarkan temuan langsung di area pasar, penurunan tersebut salah satunya diakibatkan oleh mekanisme penyaluran dari distributor yang saat ini langsung menyentuh masyarakat.

Di samping itu, ia pun sambil berkelakar mengutarakan adanya pergeseran pola konsumsi di tingkat rumah tangga sejalan dengan bergulirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) besutan pemerintah.

"Daya beli yang kalau saya lihat di pasar semakin menurun. Nah, saya tanya penyebabnya adalah ya karena ada sistem distributor langsung ke masyarakat (pasar-pasar rakyat) karena di sini kan pasar induk. Kemudian yang kedua, masyarakat banyak yang tidak semuanya masak. Karena ada juga cerita bahwa mereka itu di sekolah sudah dikasih makan sehingga dia tidak terlalu banyaklah masak," terangnya.

Untuk komoditas primer seperti beras, Dudung mencatat bahwa harga jual beras medium di Pasar Induk Kramat Jati berada di kisaran Rp13.200 per kilogram, nominal yang terhitung masih berada di bawah harga eceran tertinggi (HET) Beras Medium Zona 1 yang dipatok sebesar Rp13.500 per kilogram.

Demi menyempurnakan data pemantauan, Dudung meneruskan langkah peninjauannya ke Pasar Induk Beras Cipinang guna menakar naik-turun harga beras dengan cara yang lebih menyeluruh.

Sebagai bentuk langkah kelanjutan dari sidak ini, Kantor Staf Presiden bersama Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Badan Pangan Nasional, serta kementerian/lembaga terkait lainnya bakal terus melakukan evaluasi dan mencermati fluktuasi harga di pasar secara periodik demi mengawal stabilitas stok dan harga pangan, sekaligus merawat keseimbangan daya beli warga.

Terkini