Perkuat ESG, Hasil Shadow Rating ADHI Catat Tren Positif

Selasa, 09 Juni 2026 | 23:16:47 WIB
PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI).

JAKARTA - PT Adhi Karya (Persero) Tbk atau ADHI terus membuktikan konsistensinya dalam memperkokoh tata kelola environmental, social, and governance (ESG) sebagai instrumen strategi keberlanjutan perseroan. 

Komitmen ini tecermin dari skor Shadow Rating ESG 2025 perusahaan yang membaik di level 32,33, memperlihatkan tren pemulihan yang berkesinambungan jika disandingkan dengan capaian tahun sebelumnya. 

Pada kerangka metodologi ESG Risk Rating, perolehan nilai yang semakin mengecil merepresentasikan pengelolaan risiko ESG yang kian mumpuni.

Sejalan dengan melonjaknya perhatian publik terhadap praktik bisnis yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, pengaplikasian ESG kini bertransformasi menjadi salah satu aspek strategis yang mendikte ketahanan usaha, keunggulan kompetitif, hingga kapabilitas korporasi dalam melahirkan nilai tambah jangka panjang. 

Guna mematangkan kesiapan itu, ADHI menggelar simulasi Shadow Rating sebagai wujud komitmen untuk konsisten berbenah dan menghadirkan dampak riil bagi masa depan, sekaligus memetakan kesiapan penerapan ESG sebelum evaluasi resmi dilakukan oleh lembaga pemeringkat independen.

Untuk diketahui bersama, asesmen ESG Shadow Rating ini digarap oleh Badan Kerja Sama dan Manajemen Pengembangan (BKMP) Universitas Airlangga menggunakan kerangka metodologi Sustainalytics yang bersandar pada sederet aspek fundamental.

 Variabel tersebut meliputi tata kelola korporasi serta relasi dengan segenap pemangku kepentingan, persoalan ESG material yang selaras dengan karakteristik industri konstruksi, hingga ragam risiko eksternal ataupun dinamika internal spesifik perseroan yang berpotensi memengaruhi kelangsungan bisnis.

Berada di bawah payung kategori Engineering & Construction (E&C), ADHI dihadapkan pada tantangan ESG yang terbilang rumit, mulai dari koridor keselamatan kerja, manajemen rantai pasok, hingga dampak lingkungan serta sosial di sekitar kawasan proyek. 

Walakin, ADHI dipandang sanggup mengendalikan pengelolaan risiko ESG lewat cara yang lebih terukur melalui penguatan tata kelola usaha, kebijakan antikorupsi, serta sistem pelaporan yang kian transparan. 

Saat ini, posisi Shadow Rating ADHI menempatkan profil risiko ESG perseroan sedikit lebih unggul dibanding rata-rata global subindustri Construction & Engineering yang bertengger di kisaran 32,8.

“ADHI memandang ESG sebagai fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan usaha. Tidak hanya sebagai pemenuhan standar tata kelola dan instrumen pengelolaan risiko, melainkan bagian penting dalam mendorong keberlanjutan bisnis dan peningkatan kualitas operasional perusahaan,” ujar Corporate Secretary ADHI Rozi Sparta dalam rilis persnya, Selasa (9/6/2026).

Menatap ke depan, ADHI bakal terus mengintensifkan implementasi ESG pada elemen-elemen yang paling krusial bagi industri konstruksi, seperti penguatan jaminan keselamatan kerja, pemantapan praktik Diversity & Inclusion, serta penyelarasan aspek ESG ke dalam manajemen risiko korporasi. 

Berbekal tren perbaikan yang konsisten ini, ADHI menaruh rasa optimistis tinggi untuk dapat terus memperkokoh posisinya selaku perusahaan konstruksi yang berkiblat pada pembangunan berkelanjutan.

Terkini